Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menargetkan Badan Gizi Nasional untuk melakukan pembenahanan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa rampung dalam satu bulan ke depan.
Zulhas mengakui masih banyak masalah dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya terkait kasus jual beli titik SPPG.
Zulhas menyebut insiden ini menyebabkan negara mengalami kerugian hingga Rp 1 triliun di setiap bulan untuk memberikan insentif kepada SPPG yang berjalan.
Baca Juga: Luhut Laporkan Evaluasi MBG ke Prabowo, Sebut Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
"Oleh karena itu perlu waktu penataan selama satu bulan. Yang baik diteruskan, yang tidak baik ini jangan dibenarkan," terang Zulhas di kantornya, Kamis (11/6/2026).
Zulhas menyebut BGN saat ini akan fokus dalam membenahi kualitas dapur terkait dengan keamanan pangan. Pemerintah berupaya untuk mengurangi adanya kasus keracunan dalam pelayanan MBG.
"Kita tidak ada zero toleran terhadap keamanan pangan, tidak boleh lagi ada keracunan. Kita fokus dalam satu bulan ini," terang Zulhas.
Baca Juga: BGN Diminta Evaluasi MBG dari Hulu ke Hilir, Data Penerima Jadi Prioritas
Menurut Zulhas, BGN menemukan SPPG yang tidak patuh dengan Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan.
Zulhas mencontohkan beberapa kasus SPPG masih banyak yang tidak mengambil bahan baku pangan dari desa setempat ataupun koperasi desa.
"Ini banyak terjadi pelanggaran, padahal perintah presiden SPPG ini diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi di daerah setempat," ungkap Zulhas.
Baca Juga: DPR Minta BGN Benahi Tata Kelola MBG, Soroti Anggaran hingga Akurasi Penerima Manfaat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













