Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai model bisnis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi (MBG) memiliki daya tarik kuat bagi pelaku usaha karena memberikan kepastian arus kas sejak awal.
Menurut Airlangga, skema pembayaran SPPG dilakukan di muka sebelum proses produksi dimulai, sehingga berbeda dengan pola bisnis pada umumnya yang mengandalkan pembayaran di akhir.
Hal tersebut membuat pelaku usaha memiliki cash flow yang lebih sehat dan terukur.
Baca Juga: Donald Trump Kenakan Tarif Dagang 25% ke Negara Mitra Iran, Indonesia Terdampak?
"Bisnis model SPPG ini luar biasa, karena dibayar di awal, baru memproduksi. Sehingga sebetulnya cash flow-nya bagus," ujar Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1).
Ia mengungkapkan, pemerintah memantau perkembangan SPPG di berbagai daerah dan menemukan bahwa sejumlah pelaku yang telah mengoperasikan satu unit SPPG berencana membangun unit kedua, bahkan berikutnya.
Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap keberlanjutan program MBG.
"Dan bahkan di sebuah daerah seperti dilakukan, masyarakat urunan bikin SPPG," katanya.
Di sisi lain, Airlangga memastikan keberlanjutan program MBG ditopang oleh dukungan anggaran yang memadai.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 335 triliun dalam APBN 2026 untuk program tersebut.
"Dan jaminannya itu APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp 335 triliun. Jadi aman," pungkasnya.
Baca Juga: Anomali DPR: Kuorum Tipis, Gaji Bulanan Rp 65 Juta Tetap Aman Dibawa Pulang
Selanjutnya: Antisipasi Pemangkasan RKAB Tambang, Permintaan Alat Berat 2026 akan Tumbuh Moderat
Menarik Dibaca: 10 Siswa MISJ Ciptakan Traffigo, Solusi Kemacetan Penjemputan Siswa di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













