kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ahok nilai DPRD terlalu mempolitisasi KJS


Sabtu, 25 Mei 2013 / 10:17 WIB
ILUSTRASI. Promo Superindo terbaru 13-16 Desember 2021.


Reporter: Fahriyadi |

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama menilai bahwa kisruh soal program Kartu Jakarta Sehat (KJS) terlalu dipolitisasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sehingga muncul rencana untuk menggunakan hak interpelasi.

"KJS ini sepertinya terlalu dipolitisasi, karena belum dua bulan sudah ribut. Seperti sedang menunggu waktu Rumah Sakit (RS) yang menyatakan mundur dan langsung 'hajar', " ujar Basuki di Balaikota, Jumat (24/5) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini DPRD terlalu cepat menghajar Pemprov DKI soal KJS ini.

Kendati begitu, Basuki mengaku mau tak mau Pemprov harus menerima jika DPRD mengajukan hak interpelasi ini.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku heran tentang hak interpelasi ini. Ia mengklaim telah bertanya kepada salah satu anggota DPRD yang enggan ia sebut namanya. "Saya tanya ke dia, kenapa kamu tanda tangan? Lalu dia jawab karena ada yang tanda tangan, maka dia ikut tanda tangan juga," ucap Basuki.

Lebih lanjut, Ia mengatakan pihak Pemprov DKI dalam hal ini Gubernur (Joko Widodo) tidak takut menghadapi interpelasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×