kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ahok: Kebijakan dikritik itu lumrah


Kamis, 18 Desember 2014 / 09:59 WIB
Ahok: Kebijakan dikritik itu lumrah
ILUSTRASI. Kemenkeu mencatat, realisasi penerimaan kepabenan dan cukai hingga akhir Mei 2023 mencapai Rp 118,36 triliun.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai kritik dari suatu kebijakan adalah hal yang lumrah, termasuk soal pelarangan sepeda motor yang tahap uji cobanya dimulai sejak Rabu (17/12).

"Biasa saja, itu hal yang biasa sekali. Namanya kebijakan ada plus minusnya," kata Basuki, Balaikota, Kamis (18/12). Terlebih lagi, ujar dia, kebijakan itu masih bisa dievaluasi.

Basuki mengatakan penindakan baru akan dilakukan kepada para pelanggar sesudah kebijakan dipastikan tak akan berubah lagi. Sanksi yang dijatuhkan minimal adalah tilang.

Soal sepeda motor yang kemudian diparkir liar sehingga menutupi trotoar seiring kebijakan ini, Basuki berjanji akan segera membuat peraturan untuk menindaknya. Fungsi trotoar, jelas dia, adalah untuk pejalan kaki. "Kalau ada (kendaraan) yang nutup (trotoar) semua, kita tindak."

Uji coba larangan sepeda motor berlangsung mulai 17 Desember 2014 hingga 17 Januari 2015. Sepeda motor tak bisa lagi melintasi Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat. Di kedua ruas jalan itu disediakan bus gratis. (Andri Donnal Putera)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×