kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Ahok: Jangan "nyuruh" gua yang lapor, enak aja lu!


Kamis, 06 Maret 2014 / 11:45 WIB
ILUSTRASI. Cara meredakan flu.


Sumber: Warta Kota | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap warga yang menjadi korban praktik percaloan oleh oknum mengenai jual beli rumah susun (rusun) segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

"Biar dia (korban) yang nuntut. Jangan nyuruh gua sekarang. Enak aja lu. Justru aku mau buat mereka (korban) panas. Dia lapor polisi. Biarin oknumnya dipidana," ujar Basuki atau akrab disapa Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Ahok mengatakan, adanya aduan korban percaloan jual beli rusun ke aparat tentu mempermudah juga pihaknya mengetahui siapa oknum di balik penipuan ini. Jika oknum tersebut nyatanya seorang pegawai negeri sipil (PNS), Ahok tegaskan pihaknya tidak akan memberi ampun.

"Begitu dipidana, gua pecat. Langsung ada bukti, gua pecat PNS-nya. Gampang caranya. Saya ngurusin dia (korban), keenakan dong," kata Ahok.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar delapan warga rusun Pinus Elok, Jakarta Timur, terpaksa hengkang dari unit rusunnya paling lambat hari Minggu (9/3/2014) meski mereka telah melaporkan adanya calo.

"Kami sudah berikan keterangan ke Dinas Perumahan, kami sudah sebut semua calo-calonya, tapi kami tetap diusir. Cuma lewat SMS diminta untuk mengosongkan rusun pada Minggu besok," ujar korban yang enggan menyebut namanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×