kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Ada multiplier effect, pemerintah genjot proyek infrastruktur di tengah Covid-19


Senin, 17 Agustus 2020 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di tengah pandemi virus corona (Covid-19).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

Erick juga menyampaikan rencana pembangunan untuk sektor pariwisata yang menjadi unggulan ke depan. Salah satunya adalah pembuatan pelabuhan sebagai hub pariwisata di Bali.

"Dalam pembangunan PT Pelindo III sendiri kita lihat akan membangun Pelabuhan Benoa itu akan menjadi pelabuhan tourism yang juga bisa unitik meningkatkan pertumbuhan ekonomi maritim sehingga disambungkan juga kepada konektivitas pada Labuan Bajo," jelas Erick.

Presiden Jokowi juga saat menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2021 di depan anggota DPR telah menetapkan anggaran untuk infrastruktur tahun 2021 sebesar Rp 414 triliun.

Angka tersebut utamanya untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan dasar, dan peningkatan konektivitas. Termasuk untuk penyediaan infrastruktur digital yang dinilai selama pandemi Covid-19 menunjukkan sebagai kebutuhan yamg strategis dan penting.

Baca Juga: Kebutuhan pembiayaan utang pemerintah pada RAPBN 2021 sebesar Rp 1.142 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×