kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.967   75,00   0,42%
  • IDX 5.913   -188,25   -3,09%
  • KOMPAS100 770   -25,15   -3,16%
  • LQ45 583   -15,60   -2,61%
  • ISSI 205   -6,92   -3,27%
  • IDX30 330   -8,19   -2,42%
  • IDXHIDIV20 404   -8,21   -1,99%
  • IDX80 87   -2,80   -3,11%
  • IDXV30 109   -1,85   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,12   -1,97%

Ada JKN, IDI mengeluh dokter digaji Rp 7,5 juta


Senin, 23 Mei 2016 / 15:47 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kecewa dengan pelaksanaan progtam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mereka menyatakan, program tersebut tidak sesuai dengan harapan dokter.

Ketidaksesuaian harapan tersebut kata I Oetama Marsis, Ketua Umum IDI salah satunya berkaitan dengan perbaikan kesejahteraan hidup dokter. "Kesimpulan ini kami ambil berdasarkan evaluasi terhadap dua tahun pelaksanaan program tersebut," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR Senin (23/5).

Berdasarkan kesimpulan tersebut IDI menemukan fakta bahwa gaji dokter yang ikut melaksanakan program tersebut tidak membaik, bahkan cenderung tidak manusiawi. "Dokter muda, take home pay yang diterima hanya berkisar Rp 5 juta sampai Rp 7,5 juta, itu tidak manusiawi," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×