kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

8 resep mengobati defisit kronis BPJS Kesehatan


Kamis, 07 Desember 2017 / 17:40 WIB


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak beroperasi pada 2014 lalu, BPJS Kesehatan terus menerus mengalami defisit keuangan. Kerugian akibat pengeluaran klaim yang lebih besar dari pendapatan iuran terus menggerus modal.

Pemerintah pernah menginjeksi modal tambahan. BPJS Kesehatan juga pernah menaikkan besaran iuran. Namun langkah itu tidak manjur mengatasi masalah ini.

Sampai kemudian, beberapa waktu lalu, BPJS memunculkan wacana cost sharing alias berbagi beban biaya dengan pasien. Rencana ini hendak diterapkan pada perawatan dan pengobatan atas delapan penyakit tertentu yang digolongkan sebagai penyakit katastropik.

Rencana itu kontan mengundang pro-kontra. Namun, wacana kontroversial itu berhasil menarik perhatian pemangku aturan untuk memikirkan kelangsungan program jaminan kesehatan nasional ini secara lebih serius.

Dan, menjelang tutup tahun 2017, setidaknya ada delapan resep kebijakan yang mungkin bisa menjadi solusi secara lebih permanen. Akankah 8 resep tersebut manjur mengobati penyakit kronis BPJS Kesehatan ini? Kita saksikan saja, tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×