kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

8 resep mengobati defisit kronis BPJS Kesehatan


Kamis, 07 Desember 2017 / 17:40 WIB


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak beroperasi pada 2014 lalu, BPJS Kesehatan terus menerus mengalami defisit keuangan. Kerugian akibat pengeluaran klaim yang lebih besar dari pendapatan iuran terus menggerus modal.

Pemerintah pernah menginjeksi modal tambahan. BPJS Kesehatan juga pernah menaikkan besaran iuran. Namun langkah itu tidak manjur mengatasi masalah ini.

Sampai kemudian, beberapa waktu lalu, BPJS memunculkan wacana cost sharing alias berbagi beban biaya dengan pasien. Rencana ini hendak diterapkan pada perawatan dan pengobatan atas delapan penyakit tertentu yang digolongkan sebagai penyakit katastropik.

Rencana itu kontan mengundang pro-kontra. Namun, wacana kontroversial itu berhasil menarik perhatian pemangku aturan untuk memikirkan kelangsungan program jaminan kesehatan nasional ini secara lebih serius.

Dan, menjelang tutup tahun 2017, setidaknya ada delapan resep kebijakan yang mungkin bisa menjadi solusi secara lebih permanen. Akankah 8 resep tersebut manjur mengobati penyakit kronis BPJS Kesehatan ini? Kita saksikan saja, tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×