kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

566 orang tewas akibat bencana alam sepanjang 2014


Rabu, 31 Desember 2014 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Penjualan Rumah Subsidi: Pembangunan rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/1/2022). KONTAN/Baihaki/5/1/2023


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada 566 orang tewas akibat bencana alam sepanjang tahun 2014. Jumlah warga tewas tersebut merupakan korban dari 1.525 peristiwa bencana alam tahun ini.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, menyebut bahwa data sementara kejadian bencana di Indonesia selama tahun 2014, bencana masih alam menjadi ancaman yang nyata di Indonesia. "Dari 1.525 kejadian bencana, telah menyebabkan 566 orang tewas, 2,66 juta jiwa mengungsi dan menderita, lebih dari 51 ribu rusam rusak, dan ratusan bangunan umum rusak," kata Sutopo melalui keterangan resminya, Rabu (31/12).

Kerugian ekonomi akibat bencana alam, menurut BNPB, mencapai puluhan triliun rupiah. Mulai dari dampak kebakaran hutan dan lahan sebesar Rp 20 triliun, banjir Jakarta sebesar Rp 5 triliun, banjir di Pantura Jawa Rp 6 triliun, banjir bandang di Sulawesi Utara Rp 1,4 triliun. "Serta banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah Rp 2,1 triliun, dan sebagainya," ujar Sutopo.
 
Menurut catatan BNPB, 99% bencana merupakan bencana hidrometeorologi. Puting beliung adalah jenis bencana yang paling dominan selama 2014 yaitu 496 kejadian, kemudian banjir (458) dan longsor (413).

Dalam 3 tahun terakhir puting beliung memang jenis bencana yang paling banyak terjadi. Bahkan menyebabkan korban jiwa 57 tewas, 10,707 jiwa mengungsi, dan lebih 23 ribu rumah rusak selama 2014.

Ancamannya makin meningkat dan menyerang semua wilayah, baik pedesaan maupun perkotaan. Longsor adalah bencana yang paling mematikan selama 2014. Ada 343 orang meninggal dan hilang akibat longsor, atau 60% dari total korban tewas akibat bencana. Longsor di Banjanegara yang menyebabkan 99 jiwa tewas dan 11 jiwa hilang merupakan bencana dengan korban terbanyak.
 
Konsentrasi bencana terbanyak adalah di Provinsi Jabar (290 kejadian), Jateng (272), Jatim (213), Aceh (51), dan Sumsel (480). Dilihat dari sebaran kabupaten/kota, maka paling banyak ada di Bogor (37), Bandung (31), Sukabumi (29), Garut (26), dan Cianjur (23).

BNPB menyarankan Pemda Jabar hendaknya memperhatikan hal ini. Sebab bencana selalu berulang pada daerah-daerah ini. Penduduk yang padat yang tinggal di daerah rawan bencana hendaknya terus ditingkatkan kapasitasnya. "Pengurangan risiko bencana harus menjadi yang utama dalam pembangunan di semua sektor," pungkas Sutopo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×