kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prabowo Minta Aparat Bersih-Bersih, Jangan Bekingi Narkoba dan Penyelundupan


Sabtu, 16 Mei 2026 / 17:02 WIB
Prabowo Minta Aparat Bersih-Bersih, Jangan Bekingi Narkoba dan Penyelundupan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo hadiri KTT ke-48 ASEAN (ANTARA FOTO/HO-BPMI)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NGANJUK. Presiden Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum melakukan pembenahan internal dan menghentikan praktik membekingi berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penyelundupan hingga peredaran narkoba.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan seluruh aparat negara harus berpihak kepada rakyat dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk melindungi praktik yang merugikan negara maupun masyarakat.

“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi,” ujar Prabowo.

Ia mengingatkan, agar aparat tidak justru berada di balik berbagai bentuk penyelewengan dan kegiatan ilegal.

Baca Juga: Rupiah Ambruk ke Level Terendah, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar

“Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang beking penyelundupan, beking narkoba, beking ilegal itu, ilegal ini,” katanya.

Prabowo menegaskan aparat negara, termasuk TNI dan Polri, merupakan bagian dari rakyat sehingga harus bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Jadilah tentara rakyat, jadilah polisi rakyat yang dicintai rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kembali kasus kematian aktivis buruh Marsinah di Jawa Timur.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar aparat tidak lagi digunakan untuk melayani kepentingan kelompok tertentu.

“Hari ini saya baru sadar, baru paham, polisi aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu. Budaya ini tidak boleh kita teruskan,” ucapnya.

Baca Juga: Rupiah Sempat Tembus Rp 17.600, Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembenahan terhadap aparat penegak hukum dan birokrasi guna memperkuat kepercayaan publik terhadap negara.

Selain itu, ia meminta aparat tidak ragu melakukan koreksi internal terhadap oknum yang terbukti melakukan penyimpangan.

“Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×