kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BNPB tambah bantuan atasi bencana kabut asap


Jumat, 17 Oktober 2014 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Promo The Body Shop 5.5 Earth Month Diskon s/d 40% Periode 5-7 Mei 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupayakan untuk menambah jumlah pesawat yang akan digunakan untuk mengatasi masalah kabut asap. Rencananya, Minggu ini, pesawat-pesawat tersebut akan diberangkatkan menuju daerah titik panas api di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. 

"Minggu ini, kami datangkan tiga pesawat dan empat helikopter untuk menurunkan hujan buatan di Sumatera dan Kalimantan," ujar Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi, saat ditemui seusai melakukan pertemuan dengan Komite II DPD RI, di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/10). 

Beberapa unit pesawat tersebut ialah satu pesawat Hercules, satu air tractor, satu pesawat jenis Casa 212, dan empat helikopter jenis MI-171. Fokus pemadaman api, kata Dody, masih dilakukan pada titik-titik panas yang terdapat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Jika wilayah titik panas tersebut berhasil dipadamkan, wilayah lain yang terkena asap akibat tiupan arah angin juga akan berkurang. 

Meski demikian, Dody mengakui bahwa BNPB mengalami kesulitan untuk mendapatkan pesawat-pesawat tersebut. Karena tidak memiliki unit pesawat sendiri, BNPB terpaksa meminjam pesawat yang akan digunakan untuk penanggulangan bencana. Belum lagi pesawat yang dipinjam tersebut nantinya akan dimodifikasi agar dapat berfungsi sebagai water bombing, atau hujan buatan. 

BNPB sendiri, menurut Dody, telah memperkirakan bencana kabut asap tersebut akan berakhir pada akhir Oktober hingga November. Untuk mempercepat penanggulangan, BNPB juga akan terus berupaya menambah unit lagi.

"Ramalan BMKG, (bencana kabut asap) akan berakhir pada akhir Oktober-November, saat itu diperkirakan sudah memasuki musim hujan," kata Dody. (Abba Gabrillin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×