kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.629   -28,00   -0,16%
  • IDX 6.665   45,43   0,69%
  • KOMPAS100 873   6,81   0,79%
  • LQ45 661   4,93   0,75%
  • ISSI 233   1,52   0,66%
  • IDX30 369   1,94   0,53%
  • IDXHIDIV20 456   1,78   0,39%
  • IDX80 99   0,78   0,79%
  • IDXV30 127   0,80   0,63%
  • IDXQ30 118   0,49   0,42%

400 Hektare Kawasan Pengembangan IKN Terdampak Karhutla, OIKN Perkuat Mitigasi


Selasa, 08 September 2026 / 10:45 WIB
400 Hektare Kawasan Pengembangan IKN Terdampak Karhutla, OIKN Perkuat Mitigasi
ILUSTRASI. Kabut asap karhutla di Lintang Batang Kalbar (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Kondisi ini perlu diantisipasi karena IKN merupakan kawasan strategis yang terus dikembangkan sebagai pusat pemerintahan baru.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebut sekitar 400 hektare kawasan pengembangan IKN terdampak karhutla. Mayoritas area terdampak berada di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Luasan tersebut masih berupa estimasi sementara. OIKN masih melakukan penghitungan dan pemutakhiran data karena sejumlah lokasi masih memiliki potensi munculnya kembali kebakaran.

Meski demikian, karhutla belum berdampak langsung terhadap Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk aset dan proyek pembangunan IKN. Lokasi karhutla terdekat dengan KIPP berjarak sekitar 35 kilometer.

Baca Juga: Prabowo Minta Polri Usut Dugaan Korporasi yang Sengaja Bakar Hutan

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna A. Safitri mengatakan, kondisi kawasan inti masih aman. Kualitas udara di KIPP juga masih berada dalam kategori sehat.

“Prinsipnya, setiap kejadian kebakaran di sekitar kawasan IKN perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Myrna kepada Harian KONTAN, Selasa (8/9).

Untuk mencegah api meluas, OIKN menerapkan sistem deteksi dini, pemantauan berkelanjutan dan respons cepat. Pengendalian karhutla dibagi ke dalam tujuh klaster untuk mempercepat pemantauan dan penanganan di lapangan.

Sistem tersebut merupakan bagian dari Satuan Reaksi Cepat Multipihak yang dibentuk OIKN.

Satuan ini melibatkan OIKN, kementerian dan lembaga, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, perusahaan, organisasi lingkungan hidup dan universitas.

OIKN juga melakukan pemadaman dan pembahasan untuk menekan potensi munculnya kembali api. Operasi pemadaman dari udara atau water bombing telah dilakukan pada 5 dan 7 September 2026.

Baca Juga: Kepolisian Telah Tangani 200 Laporan Kebakaran Hutan, 138 Orang Jadi tersangka

Dalam pelaksanaannya, OIKN mendapat dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU). OIKN juga mendapat dukungan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada Agustus lalu.

Setelah pemadaman, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Penanganan mencakup pendinginan, pemantauan titik rawan dan penguatan koordinasi antar pihak.

Selain pemadaman, OIKN memperkuat pencegahan melalui pelatihan pengelolaan lahan tanpa bakar bagi petani. OIKN juga telah menerbitkan Surat Edaran Kepala OIKN mengenai larangan membakar lahan dan sampah serta membuang puntung rokok sembarangan.

Myrna mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada perlindungan aset fisik. Dampak ekologis juga menjadi perhatian karena sebagian area terdampak merupakan ekosistem hutan dan kawasan konservasi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Tindak Tegas Korporasi Pembakar Hutan

“Upaya penanganan dan pemulihan tidak semata-mata ditujukan untuk melindungi aset fisik, tetapi juga untuk menjaga kehidupan dan ekosistem yang ada di dalam kawasan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, OIKN belum menetapkan nilai kerugian akibat karhutla. Evaluasi masih dilakukan untuk menghitung dampak dan potensi kerugian secara menyeluruh, termasuk nilai ekologis kawasan yang terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×