kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

4 Cara Jokowi untuk menjaga perdamaian dunia


Senin, 22 Mei 2017 / 10:35 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Jokowi, Minggu (21/5) kemarin menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Riyadh, Arab Saudi. Dalam forum tersebut, Jokowi menyampaikan empat pemikiran kepada para pemimpin dunia dan Islam agar perdamaian bisa terjaga.

Pertama, persatuan umat Islam yang kuat. Menurutnya, persatuan tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam memberantas terorisme dan kekacauan dunia.

Kedua, peningkatan kerjasama pemberantasan radikalisme, seperti pertukaran informasi intelijen, pertukaran penanganan Foreign Terrorist Fighters (FTF) dan peningkatan kapasitas.

“Semua sumber pendanaan harus dihentikan. Kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal. Semua aliran dana harus dihentikan,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (22/5).

Pemikiran ketiga, pemberdayaan dan penguatan ekonomi inklusif agar ketimpangan dan ketidakadilan ekonomi bisa diakhiri dan perdamaian bisa tercipta.

Dan keempat, menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan perdamaian dunia.

Selain empat pemikiran, dalam forum tersebut, Jokowi juga berbicara mengenai upaya penanganan deradikalisasi yang marak belakangan ini. Jokowi mengatakan, pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power.

“Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat,” kata Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×