Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 2026.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan tertib, aman, dan sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perlindungan Warga Negara dan Penguatan Perdamaian ASEAN
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff menyampaikan bahwa hingga saat ini total tasreh atau izin masuk Raudhah yang telah diterbitkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah mencapai 32.299 jemaah.
Pada 7 Mei 2026, kembali diterbitkan tambahan 888 tasreh untuk jemaah haji Indonesia.
Menurut Maria, penggunaan tasreh masuk Raudhah diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan.
Kebijakan ini diterapkan mengingat kapasitas area Raudhah yang terbatas serta ketatnya pengaturan jadwal kunjungan di Masjid Nabawi.
“Penggunaan tasreh atau izin masuk Raudhah kami prioritaskan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah rentan,” ujar Maria dalam konferensi pers, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Wanti-Wanti Ancaman El-Nino, Dorong Ketahanan Pangan di Kawasan ASEAN
Ia menambahkan, bagi jemaah yang memiliki akses teknologi, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau pemanfaatan aplikasi Nusuk untuk mengatur jadwal kunjungan ke Raudhah secara lebih tertib dan terjadwal.
“Aplikasi Nusuk menjadi salah satu sarana penting untuk mengakses layanan masuk Raudhah sesuai jadwal yang telah ditentukan,” jelasnya.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap mobilitas jemaah di area Masjid Nabawi dapat lebih tertib, sekaligus memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













