kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

28 Karya seni di Istana dibuka untuk umum


Selasa, 12 Juli 2016 / 15:54 WIB

28 Karya seni di Istana dibuka untuk umum

JAKARTA. Untuk pertama kalinya, sejumlah karya seni yang menghiasi Istana Kepresidenan seluruh Indonesia akan dibuka ke masyarakat luas. Acara itu bertajuk "17/71: Goresan Juang Kemerdekaan".

Berdasarkan siaran pers dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (12/7), pameran karya seni bersejarah tersebut akan digelar di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, sepanjang bulan Agustus 2016.

"Akan ditampilkan 28 lukisan terpilih hasil karya 21 pelukis dan sekitar 100 koleksi foto-foto kepresidenan," ujar Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmuddin.

Adapun bertindak sebagai kurator pameran, yakni Mikke Susanto dan Rizky A. Zaelani. Sejumlah lukisan fenomenal yang akan ditampilkan, antara lain lukisan karya Raden Saleh, Affandi, S. Sudjono, Basoeki Abdullah, dan Dullah.

Karya pelukis asing, yakni Rudolf Bonnet dan Diego Rivera, juga turut ditampilkan. Masyarakat juga dapat menikmati lukisan karya tangan proklamator Ir Soekarno yang berjudul Rini. Lukisan itu dibuat pada 1958.

Harus dilestarikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri mengapresiasi pameran yang dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia itu. Istana, kata Jokowi, adalah milik rakyat dan alangkah indahnya jika isi Istana dapat dinikmati masyarakat secara luas.

"Karya cipta yang bernilai begitu tinggi ini juga harus dilestarikan," ujar Jokowi.

Pameran ini juga merupakan wujud pertanggungjawaban Istana Kepresidenan yang mendapatkan amanah untuk merawat koleksi terbaik.

"Saya ingin lukisan-lukisan ini tetap abadi dan terus-menerus bisa disajikan di hadapan publik seluruh dunia," lanjut dia.

Istana Kepresidenan di Indonesia berlokasi di empat titik, yakni Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta dan Bali.

Di keempat titik itu, tersimpan lebih dari 3.000 lukisan yang telah melalui proses kurasi sejak 2009-2010. Di antara karya itu banyak yang menjadi bagian dari tonggak sejarah, tidak hanya karya seni tanah air, melainkan berdirinya Republik Indonesia sendiri.

Koleksi luar biasa ini bermula dari keinginan Presiden Soekarno yang memang dikenal memiliki selera seni tinggi. Kehadiran karya-karya seni itu sendiri juga berkat Soekarno sendiri yang rajin mengumpulkan karya seni dari sanggar seni penjuru dunia. (Fabian Januarius Kuwado)


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

Video Pilihan


Close [X]
×