Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencatat sebanyak 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung dibangun hingga pertengahan Juli 2026. Sementara itu, 19.539 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan sehingga pemerintah menargetkan sekitar 35.000 koperasi telah selesai pada Agustus mendatang.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, pembangunan fisik koperasi terus dipercepat agar dapat segera beroperasi dan menjalankan fungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.
"Yang sudah 100% bangunannya, gudang dan alat perlengkapannya selesai ada 15.845 koperasi. Yang sedang dibangun 19.539, sehingga totalnya hampir 35.000. Insya Allah Agustus pembangunan fisiknya selesai," ujar Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Kemendes PDTT Undang 10 Asosiasi Desa, Pengenalan Mendalam Koperasi Merah Putih
Menurut Ferry, pemerintah saat ini juga tengah melakukan uji coba operasional pada 1.061 koperasi sebagai tahap awal sebelum implementasi secara lebih luas. Bersamaan dengan itu, pemerintah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Presiden yang mengatur tata kelola operasional KDKMP.
Selain pembangunan fisik, Kemenkop juga menyiapkan sumber daya manusia pendukung. Sebanyak 30.000 manajer koperasi tengah mengikuti pelatihan dan ditargetkan selesai pada awal Agustus. Pemerintah juga telah merekrut sekitar 8.000 business assistant untuk mendampingi koperasi di lapangan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bilang, Kemenkop tidak hanya fokus pada penyelesaian pembangunan fisik koperasi, tetapi juga memastikan koperasi dapat segera beroperasi dan menghasilkan pendapatan.
Andre menyoroti masih adanya koperasi yang baru mencatat pendapatan sekitar Rp 78.000, sehingga menurutnya pemerintah perlu memastikan model bisnis koperasi berjalan dengan baik.
Ia bilang, Kemenkop menyampaikan perkembangan omzet, pendapatan, hingga roadmap operasional koperasi agar program Koperasi Merah Putih benar-benar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ferry mengatakan sebagian koperasi telah mulai menjalankan aktivitas usaha meski bangunan fisiknya belum sepenuhnya selesai. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan antusiasme pengurus koperasi dalam mengembangkan usaha di daerah.
Baca Juga: Mitra MBG Sebut Penghentian Dapur Baru Ancam Investasi Rp 8,7 Triliun
Ke depan, pemerintah menargetkan Koperasi Merah Putih menjadi pusat distribusi berbagai barang bersubsidi, seperti LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras SPHP, hingga Minyakita.
Komisi VI DPR juga meminta Kemenkop memastikan koperasi memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan sehingga tidak bergantung pada dukungan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
