kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

WhatsApp berencana buka hotline hoaks di Indonesia


Selasa, 22 Januari 2019 / 06:17 WIB


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain melakukan pembatasan forward message, WhatsApp juga berencana bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga di Indonesia untuk membuat hotline hoaks.

Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti menuturkan bahwa pihaknya saat ini tengah menimbang rencana ini dengan salah satu pemeriksa fakta ketiga. "Kita sejauh ini ngobrol sama Mafindo, karena mereka komunitas jadi bisa lebih efektif, masih di-explore saat ini," terang Putri ditemui di Kemenkominfo pada Senin (21/1).

Nantinya call center akan mengkoreksi berita-berita hoaks yang dilaporkan oleh masyarakat. Pihak ketiga inilah yang akan mengecek berita tersebut. "Call center lebih ke kayak koreksi berita. Jadi berita hoaks di Whatsapp dikirim ke call center, nanti pihak ketiga akan fact check. Kalau sudah dapat yang benar, mereka akan share lagi ke yang lain," jelas Putri.

Selain akan ada hotline hoaks di Indonesia, Putri menerangkan WhatsApp akan mengambil tindakan menghapus akun pengguna jika melakukan penyebaran berita hoaks. "Engga kalo udah dihapus ngga bisa, ilang nomernya ngga bisa dipakai lagi," tambah Putri.

Belum adanya hotline seperti di India membuat Putri belum dapat memberikan keterangan mengenai berapa banyak akun Whatsapp yang banyak melakukan forward message. "Karena kayak India udah ada hotlinenya jadi tahu, sudah kelacak berapanya," jelas Putri.

Sementara untuk di Indonesia belum ada jumlah akun yang menyebarkan berita karena baru akan dicek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×