kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Waspadai varian omicron, protokol kesehatan perlu diketatkan lagi


Senin, 06 Desember 2021 / 04:50 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus baru infeksi Covid-19 varian baru omicron muncul dan bahkan sudah ditemukan di dua negara tetangga Indonesia, yaitu Malaysia dan Singapura.

Meski belum sampai ke Indonesia, penyebaran varian omicron patut diwaspadai. Apalagi, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, dengan pelonggaran PPKM yang dilakukan pemerintah, terlihat masyarakat mulai teledor dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jika lihat di pusat perbelanjaan atau di tempat umum mulai terlihat penggunaan masker seadanya," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (5/12).

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 5 Desember: Tambah 196 kasus baru, jangan lalai prokes

Oleh sebab itu, di tengah varian baru omicron, kata dia, pemerintah harus mengetatkan protokol kesehatan dan aktivitas di luar. "Jika kondisi saat ini dibiarkan bisa menjadi blunder," lanjutnya.

Ia mengaku, sampai saat ini dirinya terus memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya pemilihan masker dengan menggunakan masker KN99. Menurutnya, masker tersebut efektif mencegah virus.

Selain itu, Nico juga terus memperhatikan produk hand sanitizer yang digunakannya. Ia menilai, banyak produk hand sanitizer yang tidak sesuai seperti hanya untuk bakteri.

"Jadi, perlu bijak dalam memilih produk hand sanitizer yang untuk virus, bukan untuk bakteri," imbuhnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: Pengusaha pertimbangkan pemberian booster vaksin Covid-19 bagi karyawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×