kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Waspada! Inflasi Global Berpotensi Gerus Penerimaan PPh Badan dan PPN


Senin, 04 Juli 2022 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/11). Waspada! Inflasi Global Berpotensi Gerus Penerimaan PPh Badan dan PPN.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Dihubungi terpisah, Pengamat Center fo Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar juga menyampaikan hal yang sama. Ia menyebut bahwa adanya inflasi global dan pelemahan Rupiah akan menekan sektor manufaktur, sehingga hal tersebut juga turut menekan penerimaan pajak.

"Saya tidak bisa sebutkan angkanya karena kita belum ketahui, seberapa besar inflasi akan menekan manufaktur kita. Inflasi pun masih akan bergantung pada administered-price seperti harga pertalie. Kita tidak tahu, apakah nantinya akan dinaikkan oleh pemerintah atau tidak?," kata Fajry kepada Kontan.co.id.

Namun yang jelas, Fajry menekankan bahwa inflasi yang terlalu tinggi pada akhirnya akan menekan kinerja penerimaan pajak, terutama PPN yang secara langsung akan tergerus karena konsumsi berkurang.

Baca Juga: Ekonomi Mulai Bergulir, Insentif Pajak Ini Segera Berakhir

Menurutnya, kinerja penerimaan pajak pada tahun ini akan masih melanjutkan kinerja yang baik. Ia menyebut, bagaimana pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengontrol inflasi akan menentukan kinerja penerimaan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×