kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Warga 8 desa korban Lapindo tolak pengeboran baru


Selasa, 26 Juli 2011 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. OPPO A12


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

SIDOARJO. Warga dari delapan desa di Sidoarjo berunjuk rasa menolak rencana pengeboran gas baru oleh PT Lapindo. Unjuk rasa itu digelar di depan sumur gas milik PT Lapindo di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/7).

Ratusan warga menutup jalan di depan sumur. Salah satu koordinator aksi dari Desa Kalidawir Basori Alwi menuturkan, selama ini warga tidak mendapat manfaat dari pengeboran gas Lapindo. Namun jika terjadi bencana, seperti yang terjadi di Porong, warga ikut merasakan dampaknya.

Selain menolak pengeboran gas, warga juga menuntut agar Lapindo memberikan informasi tentang aktivitas pengeboran di desa mereka. "Warga tidak tahu pipa yang ditanam di tanah itu berapa, besarnya berapa, lalu bagi hasilnya bagaimana," tambahnya.

Pengunjuk rasa juga menuntut agar ganti rugi akibat luberan lumpur tanggal 23 Desember 2010 laklu segera diberikan kepada warga yang menjadi korban. Menurut Basori, warga akan bertahan di lokasi unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi. ( Idha Saraswati W Sejati/ Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×