kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Wapres : Kualanamu Harus Beroperasi Pada 2010


Jumat, 07 Agustus 2009 / 15:04 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Hendra Gunawan

DELI SERDANG. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Bandar Udara Baru Medan, Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang harus mulai beroperasi paling lambat akhir tahun 2010,

Jusuf Kalla menjelaskan, bandara udara senilai Rp 4,3 triliun ini bakal menjadi bandara udara terbesar kedua di Indonesia, setelah Soekarno Hatta.

Karenanya, dia berharap, pembangunan bandara yang digagas pada tahun 1995 ini dapat berjalan dengan lancar. "Kemajuan pembangunan cukup baik dan sesuai jadwal. Tahun depan harus sudah operasional. Setidak-tidaknya akhir tahun depan," ujar Jusuf Kalla di sela peninjauan pembangunan bandara Kualanamu, Jumat (7/8).

JK bakal meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengalokasikan dana kekurangan anggaran yang dibutuhkan. Pasalnya, ada dua masalah yang mengakibatkan pembangunan bandara Kualanamu terhambat. Pertama, anggaran yang masih terbatas. Kedua, pembebasan lahan pembangunan jalan tol menuju bandara.

Direktur Utama Angka Pura II Edy Parwoto menjelaskan, pembangunan bandara Kualanamu ini masih membutuhkan dana sekitar Rp 2,3 triliun.

Karenanya, Angkasa Pura akan meminta tambahan dana melalui Departemen Perhubungan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010.

Edy mengaku, masalah terberat dalam pembangunan bandara Kualanamu terkait tekstur tanah, proses pembebasan lahan, dan permasalahan fasilitas listrik.

Direktur Bandar Udara Departemen Perhubungan Bambang Cahyono mengaku, kebutuhan anggaran pembangunan bandara Kualanamu terbesar adalah untuk proses penimbunan tanah.

Sekadar informasi, bandara udara Medan alias Kualanamu nantinya bakal menggantikan bandar udara Polonia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi yang ditemui di lokasi peninjauan mengatakan, bandara ini akan membuat investasi ke Sumatera Utara, khususnya Medan semakin pesat. "Itu dengan catatan, proses pembangunan berjalan lancar," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×