kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Wamenkes sesalkan keputusan MK soal rokok


Kamis, 19 April 2012 / 20:10 WIB
ILUSTRASI. Produsen mainan boneka anak, PT Sunindo Adipersada


Reporter: Hafid Fuad | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron mengatakan secara pribadi menyesalkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan ruangan khusus merokok di tempat kerja, tempat umum, dan tempat lainnya yang ditetapkan.

Kendati demikian, ia meminta putusan MK tersebut dihormati dan mematuhinya. Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengaaman bahan yang mengadung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, yang sedang disusun disebutkan, kawasan tanpa rokok meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkuta umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya.

Di kawasan tersebut tidak diperbolehkan kegiatan menjual, iklan, promosi produk tembakau. Dalam pasal 50 ayat 2 RPP itu disebutkan tempat khusus untuk merokok harus berhubungan langsung dengan udara luar, di mana salah satu sisinya tidak ditutup.

Ali Ghufron mengatakan, bahwa jika ruangan merokok tersebut tertutup pasti akan meninggalkan zat berbahaya sehingga harus langsung terhubung dengan udara luar. "Ruangan merokok tidak boleh tertutup atau hanya menggunakan alat penghisap asap," ujar Ali, Kamis (19/4).

Agung Laksono, Menkokesra mengatakan, nantinya semua aturan harus mengikuti putusan MK. Ia juga mengingatkan agar pemda bertanggung jawab dalam menertibkan kawasan tanpa rokok dan menyediakan ruangan rokok sesuai RPP ini, jika sudah disahkan. "Kami akan membagi tanggung jawab kepada pemda," ujar Agung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×