kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Walau baru wacana, importir sudah menumpuk stok


Senin, 09 Juni 2014 / 13:20 WIB
Walau baru wacana, importir sudah menumpuk stok
ILUSTRASI. Cocok untuk Camilan Sehat, Inilah Manfaat Kacang Mete untuk Kesehatan


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Wacana pemberian Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk telepon selular (ponsel) membuat importir telepon genggam berspekulasi dengan memperbanyak impor untuk menambah stok. Padahal aturan itu sampai sekarang belum jelas kepastiannya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat usai rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mengatakan, "Adanya wacana PPnBM ponsel ini, membuat importir mengantisipasinya dengan berspekulasi. Jadi importir melakukan stok banyak," ujarnya pada Senin (9/6). Padahal sampai saat ini, peraturan tersebut belum ditetapkan sebagai kebijakan dan kejelasannya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian. Ia mengatakan sampai saat ini peraturan PPnBM belum jalan dan belum jelas juga kapan diselesaikannya. "Itu kan kemarin baru wacana," ujar Budi.

Ia mengatakan pihaknya pernah punya pengalaman menerapkan PPnBM ponsel beberapa tahun lalu. Akibatnya, peredaran ponsel ilegal meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×