kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Walau baru wacana, importir sudah menumpuk stok


Senin, 09 Juni 2014 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Cocok untuk Camilan Sehat, Inilah Manfaat Kacang Mete untuk Kesehatan


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Wacana pemberian Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk telepon selular (ponsel) membuat importir telepon genggam berspekulasi dengan memperbanyak impor untuk menambah stok. Padahal aturan itu sampai sekarang belum jelas kepastiannya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat usai rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mengatakan, "Adanya wacana PPnBM ponsel ini, membuat importir mengantisipasinya dengan berspekulasi. Jadi importir melakukan stok banyak," ujarnya pada Senin (9/6). Padahal sampai saat ini, peraturan tersebut belum ditetapkan sebagai kebijakan dan kejelasannya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian. Ia mengatakan sampai saat ini peraturan PPnBM belum jalan dan belum jelas juga kapan diselesaikannya. "Itu kan kemarin baru wacana," ujar Budi.

Ia mengatakan pihaknya pernah punya pengalaman menerapkan PPnBM ponsel beberapa tahun lalu. Akibatnya, peredaran ponsel ilegal meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×