kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Walau baru wacana, importir sudah menumpuk stok


Senin, 09 Juni 2014 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Cocok untuk Camilan Sehat, Inilah Manfaat Kacang Mete untuk Kesehatan


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Wacana pemberian Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk telepon selular (ponsel) membuat importir telepon genggam berspekulasi dengan memperbanyak impor untuk menambah stok. Padahal aturan itu sampai sekarang belum jelas kepastiannya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat usai rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), mengatakan, "Adanya wacana PPnBM ponsel ini, membuat importir mengantisipasinya dengan berspekulasi. Jadi importir melakukan stok banyak," ujarnya pada Senin (9/6). Padahal sampai saat ini, peraturan tersebut belum ditetapkan sebagai kebijakan dan kejelasannya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian. Ia mengatakan sampai saat ini peraturan PPnBM belum jalan dan belum jelas juga kapan diselesaikannya. "Itu kan kemarin baru wacana," ujar Budi.

Ia mengatakan pihaknya pernah punya pengalaman menerapkan PPnBM ponsel beberapa tahun lalu. Akibatnya, peredaran ponsel ilegal meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×