kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.983   91,00   0,51%
  • IDX 6.141   39,98   0,66%
  • KOMPAS100 799   3,79   0,48%
  • LQ45 603   4,50   0,75%
  • ISSI 213   0,84   0,40%
  • IDX30 341   3,17   0,94%
  • IDXHIDIV20 417   4,83   1,17%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   1,03   0,93%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

Wakil Ketua DPR tidak setuju opsi kenaikan harga BBM


Kamis, 10 Maret 2011 / 12:27 WIB
ILUSTRASI. Dirut PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Rudy Suparman (kedua kiri), Direktur Andry Setiawan (kiri) dan Direktur Independen David Kosasih, berbincang usai menggelar acara Investor Gathering, di Jakarta, Senin (2


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso tidak setuju jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dia beralasan kondisi sosial dan ekonomi Indonesia belum siap.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini meminta, pemerintah mengkaji serius dan lebih mendalam jika ingin menaikkan harga BBM. "Pemerintah harus mempunyai formula yang menyeluruh untuk memastikan penyelundupan BBM sudah bisa dicegah dan pengeplosan pun bisa dicegah. Kalau itu semua belum bisa dicegah, saya termasuk orang yang tidak setuju," ujar Priyo, Kamis (10/3).

Opsi menaikkan harga BBM subsidi datang dari tim pengkaji akademis dampak kebijakan pembatasan BBM. Salah satu dari tiga opsi itu adalah menaikkan harga jenis BBM subsidi premium sebesar Rp 500 per liter.

Menurut Priyo, opsi menaikkan harga itu harus jelas. Jika tidak jelas, dia mengatakan DPR tidak akan setuju.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×