kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Menlu: Board of Peace Tak Wajibkan Iuran, RI Berkontribusi Lewat Pasukan Perdamaian


Minggu, 22 Februari 2026 / 08:43 WIB
Menlu: Board of Peace Tak Wajibkan Iuran, RI Berkontribusi Lewat Pasukan Perdamaian
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Sugiono (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia belum memberikan dana apapun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace). Menurutnya, Indonesia bisa menjadi anggota dewan tersebut tanpa harus memberikan kontribusi dalam bentuk finansial.

Sugiono mengakui bahwa Board of Peace memang menawarkan calon anggotanya untuk membayar biaya kontribusi sebesar US$ 1 miliar. Hanya saja menurutnya, biaya itu bukan merupakan wajib maupun syarat utama untuk menjadi anggota Board of Peace.

"Dari awal saya bilang ini namanya bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan. Kita sekarang sudah anggota (Board of Peace) jadi tidak perlu bayar juga tidak apa-apa," ujar Sugiono dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga: MA AS Batalkan Tarif Trump, Indonesia Minta Tarif Produk Unggulan Tetap 0%

Selain itu, ia juga mengonfirmasi bahwa Indonesia juga belum menyumbang iuran bagi rekonstruksi Gaza, yang nilainya diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pertemuan perdana Board of Peace sehari sebelumnya.

Sugiono mengatakan bahwa iuran tersebut adalah sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar US$ 1 miliar. Sembilan negara, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait, telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai US$ 7 miliar.

"Jadi kemarin yang dibicarakan ini on top of US$ 1 miliar itu. Ada negara-negara lain yang ingin kontribusi di situ, dan sudah ada pledge US$ 7 miliar," jelasnya.

Menurut Sugiono, masing-masing anggota Board of Peace memiliki cara berbeda dalam berkontribusi bagi Gaza. Jika negara lain memilih mendonasikan dana, Indonesia akan berkontribusi melalui pengerahan pasukan sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza.

Baca Juga: Danantara Mengklaim Mulai dilirik Oleh 12 CEO Global

Dalam misi tersebut, Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun aksi militer, melainkan fokus menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.

"Jadi kontribusinya ada yang dalam bentuk uang, ada yang pasukan," pungkas dia. 

Selanjutnya: OJK Bongkar Manipulasi Saham IMPC pada 2016, Jatuhkan Sanksi Bagi Pihak yang Terlibat

Menarik Dibaca: Infinix Note 60: Baterai 6500 mAh & Spek Unggul, Siap Guncang Pasar Smartphone

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×