kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Wakil Ketua DPD: Capres tidak harus Ketua Parpol


Jumat, 08 November 2013 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Promo Indomaret Super Hemat Periode 29 Juni-5 Juli 2022


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

 JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, GKR. Hemas mengatakan Calon Presiden (Capres) di Pemilu 2014 nanti tidak harus berasal dari Ketua Umum Partai Politik (Parpol). Karena meskipun jabatannya sebagai Ketua Parpol, belum tentu kemampuannya sudah teruji.

"Sekarang kan kecenderungannya semua Ketua Partai harus jadi Capres, padahal banyak kader partai yang hebat," kata Hemas, Jumat (8/11).

 Hemas bilang, melihat fenomena banyaknya Parpol besar yang terpecah, itu membuktikan kalau Ketua Umum Parpol tidak bisa mengurus suatu organisasi.

"Sekarang kita lihat suatu partai bisa terpecah, berarti Ketua Parpol tidak bisa me-maintenance partainya, bagaimana memimpin negara nanti," tanyanya.

 Selain itu, Hemas juga mengkritik kecenderungan Capres yang memanfaatkan media untuk membesarkan namanya. Sebab, baginya, bombastisnya pemberitaan harus sebanding dengan kontribusinya bagi rakyat terutama di daerah.

 "Memang siapa pun yang mau jadi Presiden media itu tempatnya, tapi bukan sebaliknya, media dimanfaatkan untuk memperbesar namanya, selama ini kita disuguhkan pemimpin yang dibesarkan oleh media, dan kita belum tahu apa yang akan dilakukannya jika terpilih nanti," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×