kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Waduk Ciawi diperkirakan selesai 2018


Kamis, 23 Januari 2014 / 11:35 WIB
ILUSTRASI. Soccer Football - Premier League - Fulham v Liverpool - Craven Cottage, London, Britain - August 6, 2022 Liverpool's Darwin Nunez celebrates scoring their first goal. Action Images via Reuters/Peter Cziborra


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Waduk Ciawi di Bogor, Jawa Barat dapat mulai dilakukan pada 2015 dengan catatan pengadaan tanah yang dilakukan Pemerintah Daerah dapat selesai. Konstruksinya direncanakan akan berlangsung selama dua hingga tiga tahun.

"Bisa dibangun pada tahun 2015. Saat ini detail engineering design sedang disempurnakan, dapat selesai pada 2018, namun tergantung pembebasan lahan," ucap Menteri Pekerjaan Umum RI, Djoko Kirmanto, Kamis (23/1).

Menteri PU menyatakan, desain perlu diperbaiki oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) mengingat kondisi lokasi akan dibangunnya waduk saat ini telah berubah dibandingkan kondisi dua dekade lalu. Selain itu, perubahan juga dilakukan dengan penambahan jumlah waduk yang dibangun, bila awalnya hanya Waduk Ciawi, namun Kementerian PU akan menambahkan konstruksi Waduk Sukamahi.

Meskipun berdasarkan kajian Waduk Ciawi hanya akan berkontribusi kecil yaitu 8% terhadap pengurangan banjir di Jakarta, Djoko Kirmanto menjelaskan waduk dengan estimasi dana pembangunan sebesar Rp 1,8 triliun tersebut layak dibangun.

"Ciawi itu kan ada keuntungan yang lain, kecil di banjir dan memberikan manfaat yang lain. Dulu mengurangi banjir delapan persen sekarang kita usahakan lebih besar dari itu. Ada teori-teori yang berkembang agar bisa mengurangi banjir lebih besar," ungkap Djoko. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×