Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Edukasi Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan
WHO menekankan bahwa komunikasi risiko dan edukasi masyarakat memegang peran penting dalam menurunkan potensi transmisi Virus Nipah. Upaya pencegahan difokuskan pada tiga jalur utama penularan, yakni dari kelelawar ke manusia, dari hewan domestik ke manusia, serta dari manusia ke manusia.
Untuk mencegah penularan dari kelelawar, masyarakat diimbau mengurangi akses kelelawar terhadap nira dan pangan segar, melindungi wadah nira agar tidak terkontaminasi, serta merebus nira sebelum dikonsumsi. Buah harus dicuci bersih, dikupas, dan tidak dikonsumsi jika terdapat bekas gigitan kelelawar.
Guna menurunkan risiko penularan dari hewan domestik, WHO menganjurkan penggunaan alat pelindung diri saat menangani hewan sakit atau mati, memasak daging hingga matang, melakukan disinfeksi peternakan, serta merancang kandang agar tidak dapat dimasuki kelelawar.
Dalam konteks penularan antarmanusia, WHO menekankan pentingnya penerapan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan melalui kewaspadaan kontak, droplet, dan airborne sesuai prosedur. Pasien harus dirawat di ruang isolasi dengan penggunaan alat pelindung diri yang lengkap.
“Pengendalian Virus Nipah tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan koordinasi lintas sektor melalui pendekatan One Health,” tegas dr Endang.
Tonton: 5 Tanda Terlalu Banyak Minum Air dan Dampaknya bagi Kesehatan
Pendekatan ini mencakup tata laksana kasus, investigasi dan surveilans, penguatan laboratorium, koordinasi lintas sektor, dukungan psikososial, hingga peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, WHO juga akan menggelar Community of Practice Public Health Intelligence pada 4 Februari 2026 untuk membahas pengalaman penanganan Virus Nipah di lapangan.
Selanjutnya: Pergerakan IHSG Rabu (4/2): Prediksi Indeks dan Rekomendasi Saham Pilihan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













