CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Virus Nipah Mengintai, Apa Rekomendasi WHO untuk Indonesia?


Rabu, 04 Februari 2026 / 04:58 WIB
Virus Nipah Mengintai, Apa Rekomendasi WHO untuk Indonesia?
ILUSTRASI. WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan terkait Nipah di India.(dok./https://unsplash.com/Fusion Medical Animation)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Edukasi Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan

WHO menekankan bahwa komunikasi risiko dan edukasi masyarakat memegang peran penting dalam menurunkan potensi transmisi Virus Nipah. Upaya pencegahan difokuskan pada tiga jalur utama penularan, yakni dari kelelawar ke manusia, dari hewan domestik ke manusia, serta dari manusia ke manusia.

Untuk mencegah penularan dari kelelawar, masyarakat diimbau mengurangi akses kelelawar terhadap nira dan pangan segar, melindungi wadah nira agar tidak terkontaminasi, serta merebus nira sebelum dikonsumsi. Buah harus dicuci bersih, dikupas, dan tidak dikonsumsi jika terdapat bekas gigitan kelelawar.

Guna menurunkan risiko penularan dari hewan domestik, WHO menganjurkan penggunaan alat pelindung diri saat menangani hewan sakit atau mati, memasak daging hingga matang, melakukan disinfeksi peternakan, serta merancang kandang agar tidak dapat dimasuki kelelawar.

Dalam konteks penularan antarmanusia, WHO menekankan pentingnya penerapan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan melalui kewaspadaan kontak, droplet, dan airborne sesuai prosedur. Pasien harus dirawat di ruang isolasi dengan penggunaan alat pelindung diri yang lengkap.

“Pengendalian Virus Nipah tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Diperlukan koordinasi lintas sektor melalui pendekatan One Health,” tegas dr Endang.

Tonton: 5 Tanda Terlalu Banyak Minum Air dan Dampaknya bagi Kesehatan

Pendekatan ini mencakup tata laksana kasus, investigasi dan surveilans, penguatan laboratorium, koordinasi lintas sektor, dukungan psikososial, hingga peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, WHO juga akan menggelar Community of Practice Public Health Intelligence pada 4 Februari 2026 untuk membahas pengalaman penanganan Virus Nipah di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×