kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Usai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Setuju RI Gabung Board of Peace Bentukan Trump


Selasa, 03 Februari 2026 / 20:01 WIB
Diperbarui Selasa, 03 Februari 2026 / 20:03 WIB
Usai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Setuju RI Gabung Board of Peace Bentukan Trump
ILUSTRASI. Ormas islan (KONTAN/KONTAN) Ormas Islam menyetujui soal keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump. ?


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam menyetujui soal keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholis Staquf usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan hari ini, Selasa (3/2/2026). 

Yahya menyebut bahwa beberapa ormas dan tokoh-tokoh islam telah mendapatkan penjelasan langsung dari Presiden terkait alasan bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian ini. 

Baca Juga: Celios Sarankan Pemerintah Perlu Tambah Insentif Diskon Listrik pada Kuartal I-2026

"Dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden," ujar Yahya. 

Yahya pun menegaskan bahwa setiap ormas dan para tokoh telah memberikan masukan kepada presiden dalam mendukung kemerdekaan Palestina. 

Yahya juga menyebut Presiden nantinya berkomitmen untuk mengirimkan pasukan perdamian melalui BoP yang akan melindungi rakyat di Gaza. 

"Hal-hal yang akan dilakukan dalam dewan tersebut akan jadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara anggota untuk membantu Palestina," pungkas Yahya. 

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI menyetujui kepesertaan Indonesia menjadi anggota BoP untuk memperjuangkan kemaslahatan umat. 

"Yang kita dengar tadi untuk kemaslahatan, dan sepanjang komitmen untuk itu kenapa tidak," ujar Anwar. 

Menurut Anwar, Presiden juga menegaskan komitmennya akan keluar dari keanggotan jika organisasi ini tidak mendukung kemerdekaan Palestina. 

"Presiden ada janji kalau memang tidak bermaslahat akan keluar," ungkapnya. 

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Makin Solid, Menkeu Minta Investor Tak Khawatir

Selanjutnya: Stimulus Rp 12 Triliun Diprediksi Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026

Menarik Dibaca: Pasca-Pekan Brutal di Pasar Global, Begini Proyeksi Nasib Bitcoin cs

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×