kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.155   62,00   0,34%
  • IDX 4.965   -65,53   -1,30%
  • KOMPAS100 639   -8,74   -1,35%
  • LQ45 509   -4,72   -0,92%
  • ISSI 163   -3,43   -2,07%
  • IDX30 287   -2,23   -0,77%
  • IDXHIDIV20 387   -2,23   -0,57%
  • IDX80 74   -0,91   -1,21%
  • IDXV30 107   -1,08   -1,00%
  • IDXQ30 97   -0,76   -0,78%

Utang Pemerintah Capai Rp 10.326 Triliun Sampai September 2026, Setara 40,30% PDB


Jumat, 06 November 2026 / 13:19 WIB
Utang Pemerintah Capai Rp 10.326 Triliun Sampai September 2026, Setara 40,30% PDB
ILUSTRASI. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total utang pemerintah hingga September 2026 mencapai Rp 10.326,93 triliun. ? (KONTAN/Indra Surya)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total utang pemerintah hingga September 2026 mencapai Rp 10.326,93 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 40,30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Berdasarkan rinciannya, utang pemerintah didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 8.962,40 triliun. Sementara itu, utang dalam bentuk pinjaman tercatat sebesar Rp 1.364,53 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Suminto mengatakan, meskipun nominal utang pemerintah mencapai lebih dari Rp 10.000 triliun, rasio utang terhadap PDB justru mengalami penurunan secara kuartalan.

Baca Juga: BI Catat Pertumbuhan Uang Primer (M0) Tumbuh Melambat Jadi 7% per Oktober 2026

Rasio utang pemerintah tercatat sebesar 41,26% terhadap PDB pada Juni 2026. Angka tersebut kemudian turun menjadi 40,30% terhadap PDB pada September 2026.

"Ini sejalan dengan kehati-hatian dalam pengelolaan utang dan strategi yang terukur serta pertumbuhan ekonomi yang kuat," ujar Suminto dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).

Suminto menjelaskan, peningkatan PDB nominal yang ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik dan akselerasi belanja pemerintah turut mendorong penurunan rasio utang tersebut.

Baca Juga: BI Catat Cadangan Devisa RI US$ 146,8 Miliar, Susut Hampir US$ 8 Miliar Sejak Januari

Lebih lanjut, Ia menyebut pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan rasio utang pada tingkat yang terkendali.

"Pemerintah juga sekaligus memastikan pembiayaan APBN tetap dilakukan secara efisien guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga kesinambungan fiskal," ujar Suminto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×