Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang primer atau adjusted base money (M0) pada Oktober 2026 hanya 7% secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan tersebut melambat atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,3% yoy per September 2026
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, dengan perkembangan tersebut, posisi uang primer adjusted pada Oktober 2026 tercatat sebesar Rp 2.265,4 triliun.
Baca Juga: BI Catat Cadangan Devisa RI US$ 146,8 Miliar, Susut Hampir US$ 8 Miliar Sejak Januari
Ramdan menjelaskan, perkembangan uang primer tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,5% yoy.
Sementara itu, giro bank umum di Bank Indonesia secara adjusted mengalami kontraksi sebesar 2,4% yoy.
"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted tersebut telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (penyesuaian pengendalian moneter)," ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
