kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.160   67,00   0,37%
  • IDX 4.971   -59,65   -1,19%
  • KOMPAS100 640   -7,56   -1,17%
  • LQ45 510   -3,61   -0,70%
  • ISSI 163   -3,41   -2,05%
  • IDX30 288   -1,60   -0,55%
  • IDXHIDIV20 387   -1,93   -0,50%
  • IDX80 74   -0,76   -1,01%
  • IDXV30 107   -0,89   -0,83%
  • IDXQ30 97   -0,64   -0,66%

BI Catat Pertumbuhan Uang Primer (M0) Tumbuh Melambat Jadi 7% per Oktober 2026


Jumat, 06 November 2026 / 13:12 WIB
BI Catat Pertumbuhan Uang Primer (M0) Tumbuh Melambat Jadi 7% per Oktober 2026
ILUSTRASI. Pertumbuhan uang primer (M0) pada Oktober 2026 hanya 7% secara tahunan. Padahal pertumbuhan M0 pada September capai 9,3% yoy (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang primer atau adjusted base money (M0) pada Oktober 2026 hanya 7% secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan tersebut melambat atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,3% yoy per September 2026

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, dengan perkembangan tersebut, posisi uang primer adjusted pada Oktober 2026 tercatat sebesar Rp 2.265,4 triliun.

Baca Juga: BI Catat Cadangan Devisa RI US$ 146,8 Miliar, Susut Hampir US$ 8 Miliar Sejak Januari

Ramdan menjelaskan, perkembangan uang primer tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,5% yoy.
Sementara itu, giro bank umum di Bank Indonesia secara adjusted mengalami kontraksi sebesar 2,4% yoy.

"Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted tersebut telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (penyesuaian pengendalian moneter)," ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×