kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Utang Luar Negeri Pemerintah Tumbuh Lebih Rendah Jadi US$ 203 Miliar


Kamis, 16 Januari 2025 / 16:00 WIB
Utang Luar Negeri Pemerintah Tumbuh Lebih Rendah Jadi US$ 203 Miliar
ILUSTRASI. Karyawan menghitung tumpukan uang dolar Amerika Serikat di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (19/7). BI mencatat pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2024 lebih rendah bila dibandingkan bulan sebelumnya.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2024 lebih rendah bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan, posisi ULN pemerintah pada November 2024 tercatat sebesar US$ 203,0 miliar, atau tumbuh sebesar 5,4% year on year (yoy).

“Pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2024 sebesar 8,6% yoy,” tutur Denny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Pada November 2024 Tercatat Sebesar US$ 424,1 Miliar

Denny menambahkan, perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan penarikan pinjaman luar negeri yang digunakan untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek pemerintah.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Meski begitu, Denny mengklaim ULN pemerintah tetap dikelola secara kredibel dan akuntabel untuk mendukung belanja, antara lain pada Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (20,9% dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,4%), Jasa Pendidikan (16,8%), Konstruksi (13,5%); serta Jasa Keuangan dan Asuransi (9,0%).

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI dari China Tembus US$ 22,47 Miliar, Mayoritas ke Swasta

“Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×