kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -13.000   -0,52%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

Utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$ 360,5 miliar per Oktober 2018


Senin, 17 Desember 2018 / 21:05 WIB
Utang luar negeri Indonesia naik menjadi US$ 360,5 miliar per Oktober 2018
ILUSTRASI. Uang dollar AS


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali naik pada Oktober 2018. Bank Indonesia (BI), Senin (17/12) mencatat, ULN Indonesia yang disumbang pemerintah dan swasta mencapai US$ 360,5 miliar, naik 5,5% dibanding bulan yang sama tahun lalu (yoy).

Baik utang luar negeri pemerintah maupun swasta mengalami kenaikan. Utang luar negeri pemerintah dan bank sentral tercatat sebesar US$ 178,1 miliar. Sebanyak US$ 175,4 miliar diantaranya merupakan utang pemerintah, lebih tinggi 3,3% yoy.

Pertumbuhan ULN pemerintah melaju lebih tinggi ketimbang Juli yang tercatat 2,2% yoy. Namun, secara nominal ULN pemerintah lebih kecil ketimbang September lalu yang mencapai US$ 176,1 miliar. Penurunan nominal tersebut disebabkan oleh berkurangnya posisi pinjaman dan SBN yang dimiliki oleh investor asing.

Sementara, ULN swasta mengalami peningkatan menjadi US$ 182,2 miliar atau tumbuh 7,7% yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yaitu 6,7% yoy. ULN swasta di akhir September 2018 yang hanya US$ 180,56 miliar.

BI mencatat, ULN swasta tersebut terutama dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian.

"Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,9%, relatif stabil dibandingkan dengan pangsa pada periode sebelumnya," terang BI dalam keterangan resminya Senin (17/12).

Adapun, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Oktober 2018 tercatat 34,5%, naik dari bulan sebelumnya 34,18%. Secara struktur, ULN Indonesia hingga Oktober 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,9% dari keseluruhan ULN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×