kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.635   -40,91   -0,53%
  • KOMPAS100 1.056   -6,34   -0,60%
  • LQ45 761   -3,67   -0,48%
  • ISSI 277   -0,18   -0,06%
  • IDX30 404   -2,00   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -1,76   -0,36%
  • IDX80 118   -0,64   -0,54%
  • IDXV30 138   1,26   0,92%
  • IDXQ30 129   -0,63   -0,48%

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 437,9 Miliar pada Februari 2026


Rabu, 15 April 2026 / 14:05 WIB
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 437,9 Miliar pada Februari 2026
ILUSTRASI. Posisi ULN Indonesia Februari 2026 naik jadi US$ 437,9 miliar. Peningkatan ULN publik pendorong utama. Simak detailnya dan proyeksi Bank Indonesia. (Reuters/Marcos Brindicci)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 mengalami peningkatan. Bank Indonesia mencatat, posisi ULN Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$ 437,9 miliar, naik dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar US$ 434,9 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, mengatakan secara tahunan ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5% year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang sebesar 1,7% yoy.

“Peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan,” tutur Anton dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Dari sisi ULN publik, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar US$ 215,9 miliar atau tumbuh 5,5% yoy. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 5,6% yoy.

Baca Juga: Kemenhaj Pastikan Pelaksanaan Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang. Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0% dari total ULN pemerintah, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 20,3%, jasa pendidikan sebesar 16,2%, konstruksi sebesar 11,6%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,5%.

Selain itu, struktur ULN pemerintah masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98% dari total ULN pemerintah.

“Sementara peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global,” ungkapnya.

Di sisi lain, posisi ULN swasta pada Februari 2026 tercatat sebesar US$ 193,7 miliar atau turun 0,7% yoy. Penurunan ini dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan nonkeuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing turun 2,8% yoy dan 0,2% yoy.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut memiliki pangsa mencapai 80,3% terhadap total ULN swasta.

Baca Juga: DPR Tengah Godok RUU Migas Petroleum Fund, Pengusaha Khawatir Bebani Investor

Sementara itu, ULN swasta juga masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,0% dari total ULN swasta.

Anton menambahkan, struktur ULN Indonesia secara keseluruhan masih tergolong sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8%, serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 84,9% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,”tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×