Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bakal mencari sumber pasokan minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 dari berbagai negara.
Hal tersebut dilakukan usai pemerintah memangkas pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 BBTU, di mana sejauh ini Indonesia diketahui masih melakukan impor BBM RON 90 dari negeri singa tersebut
Selain itu, ini juga sebagai antisipasi bila Singapura bakal memangkas atau menghentikan ekspor BBM ke tanah air.
Bahlil mengatakan, pihaknya berupaya melakukan diversifikasi negara asal impor untuk mendapatkan kepastian pasokan serta menjajaki peluang kerja sama pengadaan bahan bakar minyak dalam jangka panjang.
"Kita juga mengimpor BBM RON 90 dari negara tetangga. Dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, China, dan beberapa negara untuk mendapatkan kepastian pasokan," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Bahlil Ungkap Pemangkasan Gas ke Singapura Hanya 8% dari Total Ekspor
Bahlil menegaskan, cadangan nasional saat ini berada dalam tingkat yang aman sesuai standar yang ditetapkan. Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan pasokan energi di masyarakat tetap terjaga serta tidak ada rencana penyesuaian harga untuk BBM bersubsidi.
"Rakyat Indonesia, tenang. Insya Allah saya memberikan jaminan atas arahan dan Perintah bapak Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi," tegasnya.
Dalam agenda penjajakan ke luar negeri tersebut, Bahlil berfokus pada perolehan kepastian pasokan BBM jangka panjang guna menopang kebutuhan domestik secara berkesinambungan.
"Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bahlil menuturkan, setiap kebijakan yang dilakukan seperti pemangkasan ekspor gas pipa ke Singapura ini, pemerintah telah memperhitungkan dengan matang segala risikonya.
"Teman-teman kan tahu bahwa RON 90 itu kan sebenarnya masih impor dari negara sebelah. Saya sudah memperhitungkan semuanya, kita sudah memperhitungkan semuanya. Kita sebelum melangkah, tidak mungkin tidak mempertimbangkan atau memperhitungkan semuanya," tuturnya.
Baca Juga: Bahlil Minta Jajaran ESDM Berpihak ke Rakyat, Bukan Kepentingan Pengusaha
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













