kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Bahlil Ungkap Pemangkasan Gas ke Singapura Hanya 8% dari Total Ekspor


Senin, 26 Oktober 2026 / 15:34 WIB
Bahlil Ungkap Pemangkasan Gas ke Singapura Hanya 8% dari Total Ekspor
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi EnergiBahlil Lahadalia (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengurangan volume alokasi ekspor gas ke Singapura hanya mencakup porsi kecil dari total pengiriman.

Bahlil menjelaskan, total volume ekspor gas pipa Indonesia ke negara tetangga tersebut mencakup pasokan dari dua sumber utama. Pengiriman gas tersebut berasal dari kawasan pasokan di Laut Natuna serta lapangan gas yang berada di daratan Sumatera.

"Saya ingin menyampaikan bahwa total gas yang kita kirim, kita ekspor ke negara sahabat kita, saudara kita, itu sebesar 409,55 BBTUD," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Bahlil merinci, pemotongan pasokan gas ke Singapura totalnya mencapai 31 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Menurutnya, pengurangan tersebut tergolong kecil apabila dibandingkan dengan keseluruhan total volume ekspor ke Negeri Singa tersebut.

Baca Juga: Gas ke Singapura Dipangkas, SKK Migas Ungkap untuk Perkuat Listrik Batam-Sumatra

"Saya ulangi, total ekspor kita gas pipa dari dua tempat, satu dari Laut Natuna, satu dari Sumatera, itu totalnya sebesar 409,55 BBTUD. Yang kemarin kita potong itu adalah 31 BBTUD, hanya kurang lebih sekitar 8%," jelasnya.

Bahlil mengungkapkan, total kebutuhan gas di negara tetangga tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 BBTUD.

"31 BBTU itu ternyata baru 2% konsumsi dari negara sahabat kita. Jadi kalau 409,55 (BBTUD) katakanlah kalau itu tidak jalan, itu berarti berapa persen itu? Saya baca di media, itu ada sekitar 1.000 MM lebih, kebutuhan mereka ya. Berarti kurang lebih sekitar 30%," lanjut Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil menegaskan, penyesuaian volume ini dilakukan dengan tetap mengacu pada klausul kesepakatan dagang yang berlaku. Penyesuaian pasokan dipastikan berada dalam ambang batas kontrak minimum, sekaligus disebabkan oleh faktor teknis pemeliharaan serta pemenuhan kebutuhan domestik.

"Negara kita adalah negara yang menghargai kontrak. Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak," tegasnya.

Bahlil memastikan, pengurangan ini tidak melanggar ketentuan hukum maupun ambang batas yang disepakati bersama. Dia bilang, besaran batas kontrak minimum pengiriman gas tetap terjaga sehingga tidak ada pelanggaran komitmen ekspor.

"31 BBTUD yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum. Batas kontrak minimum kita adalah sekitar 91-92 (BBTUD), dan kita baru sekitar 8%, kecuali kita potong 10%, nah itu baru kita melanggar kontrak," terangnya.

Baca Juga: Gas ke Singapura Dipangkas,Kadin:Jangan Sampai Industri Dalam Negeri Masih Kekurangan

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan, penyesuaian alokasi ini didasari oleh aktivitas pemeliharaan berkala pada fasilitas jaringan ketenagalistrikan regional. 

Selain pemadaman listrik yang belakangan terjadi, penyerapan gas domestik di wilayah Batam juga menjadi prioritas pengalokasian energi saat ini.

"Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown (listrik di Batam). Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto mengatakan, pemangkasan volume ekspor ini demi menjaga keandalan listrik di sebagian wilayah tanah air.

"Dalam rangka menjaga kehandalan pasokan gas dalam negeri untuk kelistrikan, mulai hari ini pasokan gas ke Singapura dialihkan ke dalam negeri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (25/10/2026). 

Djoko mengungkapkan, pasokan gas yang dialihkan tersebut terbagi menjadi dua titik, pertama dari Natuna ke PLN Batam melalui Pipa West Natuna Transportation System (WNTS) - Pulau Pemping - Batam sebesar 15 juta standari kaki kubik.

"(Kedua) pengurangan supply gas ke Singapur dari Sumatra untuk keperluan Listrik di Batam, Bintan dan Sumatera sebesar 16 juta Standar kaki kubik per hari, melalui Pipa TGI (Transportasi Gas Indonesia)," ungkapnya.

Baca Juga: Gas ke Singapura Dipangkas, Aspermigas: Harus Jelas Ini Porsi Pemerintah atau KKKS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×