kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Bahlil Minta Jajaran ESDM Berpihak ke Rakyat, Bukan Kepentingan Pengusaha


Sabtu, 24 Oktober 2026 / 13:37 WIB
Bahlil Minta Jajaran ESDM Berpihak ke Rakyat, Bukan Kepentingan Pengusaha
ILUSTRASI. Menteri ESDM sampaikan keterangan pers stok BBM (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta jajarannya mengutamakan kepentingan rakyat dalam pengelolaan sumber daya mineral dan energi.

Ia juga mengingatkan agar aparat di lingkungan Kementerian ESDM tidak tunduk pada kepentingan pihak tertentu yang bertentangan dengan aturan.

Pesan tersebut disampaikan Bahlil dalam Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, keberpihakan kepada masyarakat harus menjadi pedoman bagi seluruh insan ESDM dalam menjalankan tugas.

Baca Juga: Menhut: Prabowo Kucurkan Rp 240 Miliar untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

"Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," tegas Bahlil melalui keterangannya.

Ia mengatakan, pengelolaan pertambangan dan energi tidak dapat dilepaskan dari amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yakni pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Bahlil mencontohkan prinsip tersebut dalam penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan.

Ia menyebut, pemerintah tidak selalu mengakomodasi seluruh permintaan perusahaan besar karena perlu mempertimbangkan kepentingan pelaku usaha lain, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Saya tahu banyak perusahaan-perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" ujarnya.

Baca Juga: Bahlil Bidik PNBP ESDM Rp 165 Triliun, Realisasi September Tembus Rp 127,71 Triliun

Selain penetapan RKAB, Bahlil meminta pelaku usaha pertambangan mematuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri, reklamasi dan pascatambang, serta keselamatan kerja.

Ia juga mengingatkan jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara agar konsisten menegakkan ketentuan yang berlaku.

"Tegakkan aturan, disiplinkan aturan," katanya.

Di sektor kelistrikan, pemerintah juga menghadapi pekerjaan rumah untuk memperluas akses energi. Meski rasio elektrifikasi telah mencapai 99,85%, Bahlil menyebut masih terdapat sekitar 11.000 desa dan dusun yang belum teraliri listrik.

Pemerintah menargetkan perluasan akses tersebut melalui Program Listrik Desa. Pada 2026, program ini menyasar 2.065 lokasi, dengan sasaran seluruh rumah tangga mendapatkan akses listrik pada 2029.

Bahlil mengapresiasi perbaikan kinerja jajaran Kementerian ESDM, termasuk berkurangnya keluhan masyarakat dan dunia usaha terhadap praktik birokrasi. Namun, ia meminta pegawai memastikan setiap rencana kerja berlanjut pada pelaksanaan konkret.

"Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," ujarnya.

Baca Juga: Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Dalam rangkaian upacara tersebut, Bahlil juga menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Pembangunan, dan Satyalancana Karya Satya. Selain itu, ia menyerahkan Keputusan Menteri ESDM tentang kenaikan pangkat pegawai negeri sipil (PNS).

Kementerian ESDM turut menggelar sejumlah kegiatan sosial. Berdasarkan laporan panitia, kegiatan donor darah diikuti 2.443 pendaftar dan menghasilkan 1.628 kantong darah.

Kementerian juga menyalurkan bantuan bakti sosial senilai Rp 2,6 miliar untuk penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur, serta menyelenggarakan vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) bagi 885 pegawai.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 dilanjutkan dengan pemberian Penghargaan Energi Subroto dan peluncuran program Pengawal Energi. Kementerian ESDM juga menjadwalkan kegiatan Energy Day bagi seluruh pegawai.

Baca Juga: DEN Usulkan Penyempurnaan Pasal Korupsi, Kepastian Hukum Disorot

Bahlil berharap momentum peringatan tersebut memperkuat komitmen insan ESDM untuk bekerja secara jujur, menegakkan aturan, dan menuntaskan program.

Dengan demikian, pengelolaan sumber daya mineral dan energi diharapkan dapat mendukung kemandirian energi sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×