kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Untuk capai target inklusi keuangan, pemerintah petakan enam strategi ini


Senin, 21 Januari 2019 / 21:47 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna mencapai target inklusi keuangan tahun ini yaitu sebesar 75%, pemerintah memetakan enam fokus kegiatan.

Antara lain peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, perluasan pembukaan rekening, percepatan sertifikasi hak properti masyarakat yang dapat dijadikan agunan, optimalisasi dalam layanan agen bank, peningkatan layanan keuangan digital dan transaksi non tunai serta penguatan monitoring dan evaluasi keuangan inklusif.

"Fenomena keuangan inklusif ini indikatornya bukan sekadar jumlah pemilik rekening tetapi juga seberapa aktif," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi DNKI, Senin (21/1) di kantornya.

Darmin menjelaskan saving saat ini terlalu rendah dibanding investasi. Sebagian besar pendapatan masyarakat tidak banyak digunakan untuk konsumsi dan simpanan aktif. "Syarat menjadi aktif adalah taruh di bank atau instrumen keuangan," tambah Darmin.

Selain itu, pentingnya penguatan strategi keuangan inklusif karena ekonomi modern memerlukan sektor keuangan untuk memobilisasi dana dari masyarakat seperti dari fintech. Serta masyarakat cenderung melakukan simpanan jangka panjang dalam bentuk tanah.

"Masyarakat perlu aktif secara inklusif membangun ekosistem perekonomian yang baik untuk jangka panjang," jelas Darmin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×