kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Unicef: RI rugi Rp 56 triliun karena sanitasi


Sabtu, 28 November 2015 / 16:30 WIB


Sumber: Antara | Editor: Adi Wikanto

MAKASSAR. Petugas Profram UNICEF Wash, Wildan Setiabudi, mengatakan dari hasil survei Bank Dunia pada 2008 diketahui sanitasi buruk telah merugikan Indonesia Rp 56 triliun. 

"Buruknya sanitasi telah merugikan Indonesia sebesar Rp 56 triliun atau sekitar 2,3% dari pendapatan perkapita Indonesia," kata dia, di Makassar, Kamis. 

Dia mengatakan, kerugian material dan nonmateril itu terjadi akibat masih minimnya kesadaran untuk menggunakan air bersih dan sarana sanitasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai gambaran, hingga data yang dilansir itu masih terdapat 51 juta penduduk dari sekitar 200 juta penduduk Indonesia yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). 

Akibat dari kondisi itu, lanjut dia, setiap jam terdapat 15-22 orang yang meninggal akibat diare dan penumonia yang pemicunya karena sanitasi yang buruk.

Selain itu, setiap tahun terdapat 136.000-190.000 anak-anak di Indonesia meninggal sebelum usia lima tahun dengan pemicu yang sama.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Program Sanitasi Air dan Higienis UNICEF, Aidan Cronin, mengatakan, lembaga internasional itu menggandeng mitra di lapangan untuk menggencarkan gerakan dan kampanye dalam Aksi Nasional Tinju Tinja.

"Hal itu dimaksudkan agar Indonesia bebas dari ancaman BABS," katanya. 

(Suriani Mappong)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×