kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.068   28,84   0,48%
  • KOMPAS100 796   7,10   0,90%
  • LQ45 604   5,01   0,84%
  • ISSI 210   0,40   0,19%
  • IDX30 342   2,78   0,82%
  • IDXHIDIV20 425   3,43   0,81%
  • IDX80 91   0,71   0,79%
  • IDXV30 116   0,56   0,48%
  • IDXQ30 110   0,80   0,74%

ULN Pemerintah Bertambah Capai US$ 217,3 Triliun di Mei 2026, BI Ungkap Pendorongnya


Rabu, 15 Juli 2026 / 10:43 WIB
ULN Pemerintah Bertambah Capai US$ 217,3 Triliun di Mei 2026, BI Ungkap Pendorongnya
ILUSTRASI. Utang Luar Negeri Indonesia ke China Membengkak (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Utang Luar Negeri (ULN) Pemerintah mencapai US$ 217,3 miliar pada Mei 2026, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7% year on year (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan April 2026.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga, di tengah pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.

Denny menambahkan, melihat kondisi utang tersebut, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 444,4 Miliar di Mei 2026, Ini Rinciannya

“Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatikan aspek sustainabilitas pengelolaan ULN,” tutur Denny dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 22,0% dari total ULN pemerintah, Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 20,6%, Jasa Pendidikan 16,2%, Konstruksi 11,5%, serta Transportasi dan Pergudangan 8,5%.

Adapun hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang. Sementara itu, peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen terhadap instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sejalan dengan operasi moneter pro-market dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian global.

Lebih lanjut, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Denny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×