kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Tujuh resep menuju ekonomi terbesar kelima di 2045


Selasa, 14 Maret 2017 / 22:35 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Untuk mencapai hal ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sedini mungkin.

Menurutnya, tahun 2045 mendatang, Indonesia berpotensi mendapatkan bonus demografi berupa jumlah penduduk lebih dari 300 juta dengan usia produktif mencapai 52%. Tak hanya itu, kelas menengah mencapai 82%.

Struktur ekonomi pun bergeser pada sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Ia menyebut, 73% ekonomi nantinya berasal dari sektor jasa.

"Ini perekonomian besar yang sangat potensial. Ekonomi kelima terbesar dunia dengan pendapatan per kapita US$ 29.300 ini kelas tinggi untuk menjadi basis pembangunan apapun di negeri ini," kata Sri Mulyani dalam acara Stakeholder Gathering di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemkeu), Selasa (14/3).

Namun, untuk mencapai hal itu Indonesia perlu melakukan beberapa hal mulai saat ini. Pertama, kesiapan infrastruktur. Kedua, kualitas sumber daya manusia. Ketiga, kesiapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keempat, kelembagaan pemerintah yang semakin efisien. Kelima, kebijakan konektivitas. Keenam, tata ruang wilayah yang semakin baik. Ketujuh, sumber daya ekonomi dan keuangan yang dikelola secata berkelanjutan.

"Inilah masa depan Indonesia. Kami siap untuk melayani anda semua agar kita mampu mencapai masyarakat yang adil dan makmur," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×