kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Tren Belanja Masyarakat Diperkirakan Menguat Pada Kuartal I-2026


Rabu, 25 Februari 2026 / 14:47 WIB
Tren Belanja Masyarakat Diperkirakan Menguat Pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Meski belanja menguat, kepercayaan konsumen jadi kunci stabilitas.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren belanja masyarakat menunjukkan penguatan pada awal tahun. Berdasarkan indikator Big Data Bank Central Asia (BCA) mencatat terjadi peningkatan belanja yang signifikan secara tahunan pada Januari 2026.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, peningkatan belanja masyarakat ini diperkirakan berlanjut sepanjang periode Ramadan hingga Idulfitri yakni periode Februari dan Maret 2026.

“Indikator Big Data BCA di bulan Januari terdapat peningkatan belanja signifikan secara tahunan. Hal ini diperkirakan akan berlanjut di periode Ramadan – Lebaran,” tutur David kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Adapun David menyebut, penguatan belanja tersebut didorong oleh beberapa faktor. Diantaranya pendorong utama adalah realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tumbuh kuat di awal tahun ini, sehingga mendorong belanja di kelas bawah. Kemudian, kelompok menengah mengalami pemulihan, karena faktor low base effect tahun lalu.

Baca Juga: MBG TV Resmi Meluncur, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, dari kelompok atas, kenaikan imbal hasil investasi yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu menciptakan efek kekayaan (positive wealth effect). Kondisi ini mendorong peningkatan konsumsi, terutama untuk kebutuhan nonprimer dan gaya hidup.

Meski demikian, David membeberkan, menjaga tren belanja tetap kuat membutuhkan dukungan dari sisi kepercayaan konsumen. Stabilitas ekonomi makro serta kondisi pasar keuangan yang kondusif dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat tetap percaya diri untuk melakukan konsumsi.

Di sisi lain, perkembangan simpanan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), rekening dengan nominal di bawah Rp 100 juta serta pada kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar mencatat pertumbuhan paling tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan pada kelompok menengah hingga menengah atas.

“Namun, secara keseluruhan semua segmen kelas mengalami pertumbuhan tabungan yang cukup baik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×