kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

TNI Minta Surat Jaminan Pendanaan Alutista


Kamis, 30 Oktober 2008 / 16:15 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro

JAKARTA. Krisis finansial global ikut membuat Departemen Pertahanan dan TNI pening. Mereka khawatir BUMN Industri Strategis (Bumnis) tidak dapat memenuhi pesanan Alutsista lantaran kesulitan pembiayaan. Maklumlah, sejak krisis global terjadi, perbankan langsung mengerem kredit. Untuk itu, TNI minta  pemerintah memberikan surat jaminan ketersediaan anggaran BUMNIS.

"Kami minta ketegasan dan jaminan anggaran," ucap Dirjen Sarana Pertahanan Marsda Erris Heryanto usai rapat Alutsista di Dephan, Kamis (30/10).

Rapat tersebut dihadiri oleh pejabat Dephan sebagai penentu kebijakan, TNI sebagai pengguna anggaran dan Bumnis sebagai produsen alutsista. Antara lain PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN Industri, dan PT Krakatau Steel.

Erris menyatakan surat jaminan tersebut bertujuan agar Bumnis dapat mengelola produksi alutsista secara tepat, sehingga revitalisasi Alutsista dari produksi senjata dalam negeri berjalan lancar. Terlebih lagi, postur dan prioritas anggaran alutsista kerap berubah-ubah dalam APBN. "Dengan jaminan pendanaan maka kami mendapat kepastian Bumnis pasti menyelesaikan pekerjaannya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×