kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

TNI Minta Surat Jaminan Pendanaan Alutista


Kamis, 30 Oktober 2008 / 16:15 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Krisis finansial global ikut membuat Departemen Pertahanan dan TNI pening. Mereka khawatir BUMN Industri Strategis (Bumnis) tidak dapat memenuhi pesanan Alutsista lantaran kesulitan pembiayaan. Maklumlah, sejak krisis global terjadi, perbankan langsung mengerem kredit. Untuk itu, TNI minta  pemerintah memberikan surat jaminan ketersediaan anggaran BUMNIS.

"Kami minta ketegasan dan jaminan anggaran," ucap Dirjen Sarana Pertahanan Marsda Erris Heryanto usai rapat Alutsista di Dephan, Kamis (30/10).

Rapat tersebut dihadiri oleh pejabat Dephan sebagai penentu kebijakan, TNI sebagai pengguna anggaran dan Bumnis sebagai produsen alutsista. Antara lain PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN Industri, dan PT Krakatau Steel.

Erris menyatakan surat jaminan tersebut bertujuan agar Bumnis dapat mengelola produksi alutsista secara tepat, sehingga revitalisasi Alutsista dari produksi senjata dalam negeri berjalan lancar. Terlebih lagi, postur dan prioritas anggaran alutsista kerap berubah-ubah dalam APBN. "Dengan jaminan pendanaan maka kami mendapat kepastian Bumnis pasti menyelesaikan pekerjaannya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×