kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.019   -120,00   -0,70%
  • IDX 7.227   256,19   3,68%
  • KOMPAS100 999   40,90   4,27%
  • LQ45 729   27,56   3,93%
  • ISSI 258   8,56   3,43%
  • IDX30 397   14,80   3,87%
  • IDXHIDIV20 485   13,66   2,90%
  • IDX80 112   4,42   4,09%
  • IDXV30 134   3,24   2,48%
  • IDXQ30 128   4,21   3,39%

Tiga Poin Utama yang Dilakukan Pemerintah untuk Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi


Rabu, 01 Maret 2023 / 12:38 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah perlu melihat potensi pasar sehingga bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2023


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah perlu melihat potensi pasar sehingga bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2023. Oleh karena itu, ada 3 poin besar yang akan dilakukan pemerintah untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada 2023.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Presiden Jokowi sempat memberikan arahan dalam rapat internal evaluasi capaian ekspor 2022 agar pemerintah bisa memaksimalkan potensi pasar ke depannya.

Adapun poin pertama dari 3 arahan besar yang diberikan Presiden Jokowi mengenai potensi pasar, yakni pemerintah harus bisa mengidentifikasi potensi dan penetrasi pasar-pasar nontradisional, seperti kawasan ASEAN, India, Afrika, dan negara di Amerika Latin.

Baca Juga: Bos BI Tegaskan Suku Bunga Tak Perlu Naik Lagi

"Kedua, pemerintah juga harus dapat mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan internasional," ucap dia dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Rabu (1/3).

Perjanjian perdagangan internasional yang dimaksud, meliputi Comprehensive Economic Partnership (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, serta menjajaki penyusunan CEPA antara Indonesia dan India.

Airlangga kemudian menyebutkan poin terakhir arahan Presiden Jokowi, yaitu para menteri juga harus mempercepat penetapan revisi undang-undang terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE), terutama dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan pengolahan sumber daya alam.

Baca Juga: Bos BI Yakin Rupiah Akan Terus Menguat

"Semua itu diperlukan agar pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2022 bisa dilanjutkan tahun ini," kata dia. 

Selain itu, arahan tersebut juga diyakini sebagai solusi dalam mengatasi tantangan yang akan dihadapi Indonesia pada 2023, seperti tensi geopolitik yang masih berlanjut, kenaikan inflasi global, scarring effect, perlambatan ekonomi global, hingga cuaca ekstrem. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×