kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Tiga perusahaan Jepang dan Korsel bakal buka pabrik AC di Indonesia


Kamis, 04 Februari 2021 / 06:55 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, ada tiga perusahaan Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang akan membuka pabrik air conditioner (AC) di Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada tiga perusahaan Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang akan membuka pabrik air conditioner (AC) di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. 

Ketiganya yakni Samsung dan LG yang merupakan perusahaan asal Korsel, serta Daikin yang merupakan perusahaan barbasis di Jepang. 

Lutfi mengatakan, komitmen ketiga produsen AC tersebut untuk membuka pabrik di Tanah Air tak lepas dari kebijakan pemerintah yang menahan impor AC pada tahun lalu, sebagai imbas dari terganggunya perdagangan akibat pandemi Covid-19. 

"Kemarin ditutup impor AC selama Covid-19 ini (oleh pemerintah), dan itu tiga perusahaan datang yaitu Daikin, LG, sama Samsung akan buka pabrik disini," ungkap Lutfi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/2/2021). 

Baca Juga: Sejumlah isu krusial dibahas Wamendag dalam rapat pleno jelang perundingan IEU-CEPA

Kendati demikian, ia tak menjabarkan lebih rinci mengenai nilai investasi maupun rencana realisasinya. Lutfi hanya bilang, dua perusahaan menyatakan komitmen melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta satu perusahaan lainnya melalui Kemendag. 

Ia mengatakan, investasi menjadi hal penting untuk mendorong pengembangan industrialisasi dalam negeri. Meski berpotensi meningkatkan impor karena memenuhi kebutuhan bahan baku penolong, namun hal itu akan terbayar dengan peningkatan kinerja ekspor. 

Baca Juga: Kemendag dorong pengembangan ekspor produk bernilai tambah tinggi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×