CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Tiga perusahaan Jepang dan Korsel bakal buka pabrik AC di Indonesia


Kamis, 04 Februari 2021 / 06:55 WIB
Tiga perusahaan Jepang dan Korsel bakal buka pabrik AC di Indonesia
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, ada tiga perusahaan Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang akan membuka pabrik air conditioner (AC) di Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada tiga perusahaan Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang akan membuka pabrik air conditioner (AC) di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. 

Ketiganya yakni Samsung dan LG yang merupakan perusahaan asal Korsel, serta Daikin yang merupakan perusahaan barbasis di Jepang. 

Lutfi mengatakan, komitmen ketiga produsen AC tersebut untuk membuka pabrik di Tanah Air tak lepas dari kebijakan pemerintah yang menahan impor AC pada tahun lalu, sebagai imbas dari terganggunya perdagangan akibat pandemi Covid-19. 

"Kemarin ditutup impor AC selama Covid-19 ini (oleh pemerintah), dan itu tiga perusahaan datang yaitu Daikin, LG, sama Samsung akan buka pabrik disini," ungkap Lutfi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/2/2021). 

Baca Juga: Sejumlah isu krusial dibahas Wamendag dalam rapat pleno jelang perundingan IEU-CEPA

Kendati demikian, ia tak menjabarkan lebih rinci mengenai nilai investasi maupun rencana realisasinya. Lutfi hanya bilang, dua perusahaan menyatakan komitmen melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta satu perusahaan lainnya melalui Kemendag. 

Ia mengatakan, investasi menjadi hal penting untuk mendorong pengembangan industrialisasi dalam negeri. Meski berpotensi meningkatkan impor karena memenuhi kebutuhan bahan baku penolong, namun hal itu akan terbayar dengan peningkatan kinerja ekspor. 

Baca Juga: Kemendag dorong pengembangan ekspor produk bernilai tambah tinggi

Sebab, tujuan dari industrialisasi adalah menghasilkan produk-produk yang berbasis ekspor. Salah satu yang tengah dibidik Lutfi adalah produk elektronik, seperti AC. 

"Jadi buka pasar, datangkan investasi, jadi basis produksi industrialisasi, kemudian penguatan ekspor," kata dia. 

Sebelumnya, Lutfi sempat menyatakan telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Korsel pada 27 Januari 2021. Pertemuan itu diantaranya membahas rencana investasi Korsel pada industri barang elektronik, khususnya AC dan kulkas. 

Hal itu sekaligus sebagai upaya untuk memanfaatkan perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang telah ditandatangani pada 18 Desember 2020 lalu. 

Baca Juga: Menteri Perdagangan: Kami Harus Berbenah dan Selesaikan Masalah

Lutfi mengatakan, sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, dirinya akan menemui para pelaku industri asal Korsel khususnya AC dan kulkas untuk meningkatkan investasinya di Tanah Air. 

"Saya mungkin awal bulan Februari 2021 akan ke beberapa industri investasi asal Korea, untuk bisa berikan gambaran pasar kepada mereka, tentang bagaimana kuatnya pasar Indonesia. Supaya mereka bisa berinvestasi lebih banyak, lebih kuat, dan lebih terpadu di Indonesia," ucap dia dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perusahaan Jepang dan Korsel Bakal Buka Pabrik AC di Indonesia"
Penulis : Yohana Artha Uly
Editor : Erlangga Djumena

 

Selanjutnya: Harga daging sapi naik, Mendag siapkan strategi penuhi kebutuhan pasar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×