kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.797   2,00   0,01%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Aparat KKP akui mendapat perlakuan buruk dari Malaysia


Selasa, 24 Agustus 2010 / 15:42 WIB
Aparat KKP akui mendapat perlakuan buruk dari Malaysia


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditangkap Polis Diraja Malaysia mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Mereka diperlakukan seperti penjahat padahal ketika ditangkap sudah mengaku petugas resmi.

Salah satu petugas KKP, Seivo Grevo Wewengkang, bercerita mereka harus memakai celana pendek saat berada dalam tahanan. "Dompet dan handphone disita. Saat kami keluar dari tahanan, kami disuruh pakai baju tahanan," ujarnya dalam rapat dengan Komisi I DPR, Selasa (24/8).

Ketiganya dipanggil oleh Komisi I DPR untuk menjelaskan kronologis penangkapannya.

Namun, ketiga petugas ini menyatakan selama ditahan di Malaysia tidak merasakan ada kekerasan fisik. Kalaupun ada luka di tubuhnya, karena pada saat proses penangkapan di laut itu gelap. Sehingga, kepala terbentur dengan kapal Malaysia. "Tidak dipukuli. Ini murni kecelakaan," kata Asriadi, petugas KKP lainnya.

Ketiga petugas KKP ini ditahan pada 13 Agustus lalu. Penahanan terjadi ketika ketiganya sedang menangkap tujuh nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×