kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

The Wahid Institute: Bubarkan ormas penganggu kerukunan beragama


Senin, 14 Februari 2011 / 12:04 WIB
ILUSTRASI. Kartu pembayaran elektronik e-money


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid mendukung langkah pemerintah untuk membubarkan organisasi massa yang mengganggu kerukunan antar umat beragama. Dia mendesak, aparat keamanan segera menindaklanjuti instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Sebelumnya, SBY telah menyerukan agar organisasi massa yang mengganggu kerukunan antar umat beragama. Menurut Yenny, perintah SBY itu harus segera ditindaklanjuti agar tidak mengancam integrasi bangsa.

Asal tahu saja, saat ini Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas sedang berdiskusi dengan The Wahid Institute dan sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Diskusi ini dilakukan setelah kerusuhan atas nama agama merebak di Cikuesik, Jawa Barat dan Temanggung, Jawa Tengah.

Di Cikeusik, ternyata penyerangan terhadap penganut Ahmadiyah. Akibat penyerangan itu, tiga penganut Ahmadiyah tewas. Sementara di Temanggung, tiga gereja rusak berat akibat ulah massa yang kecewa terhadap vonis terdakwa penistaan agama.

Yenny juga meminta pemimpin negara ini bersatu dan bertindak serius untuk menangani kerusuhan tersebut. Menurutnya, jika kondisi tersebut dibiarkan maka akan meresahkan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×