kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Tertekan Penurunan Ekspor, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Susut


Selasa, 14 November 2023 / 11:05 WIB
Tertekan Penurunan Ekspor, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Susut
ILUSTRASI. Surplus Perdagangan: Proses bongkar muat di terminal kontainer Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/11/2022). Ekspor Mungkin Menurun, Potensi Surplus Neraca Perdagangan Susut


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia diproyeksi mencatat surplus pada Oktober 2023. Namun, surplus diprediksi mengecil dari bulan sebelumnya. 

Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Kurniawati Yuli Ashari menghitung, surplus neraca perdagangan pada Oktober 2023 sebesar US$ 3,2 miliar. 

Ini berarti, surplus neraca perdagangan Oktober 2023 mungkin lebih rendah dari capaian surplus US$ 3,42 miliar pada September 2023. 

Baca Juga: Volume Ekspor Naik, Neraca Perdagangan Barang Oktober 2023 Diproyeksi Surplus

Penurunan surplus neraca perdagangan pada Oktober 2023 didorong oleh penurunan kinerja ekspor. 

"Ekspor secara total diperkirakan sedikit turun bila dibandingkan dengan ekspor September 2023, sejalan dengan penurunan indikator di China," terang Kurniawati kepada Kontan.co.id, Senin (13/11). 

Seperti kita ketahui, China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia yang besar. 

Selain itu, harga komoditas utama ekspor Indonesia secara rata-rata pada Oktober 2023 juga menurun dari bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk

Di sisi lain, impor secara keseluruhan diyakini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan sebulan sebelumnya. 

Ini sejalan dengan peningkatan impor non migas karena indikator konsumsi domestik membaik, meski beberapa negara masih menerapkan larangan impor bahan pangan. 

Namun di sisi impor migas, diyakini mengalami penurunan sejalan dengan turunnya harga minyak pada Oktober 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×