kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Tertekan Penurunan Ekspor, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Susut


Selasa, 14 November 2023 / 11:05 WIB
Tertekan Penurunan Ekspor, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Susut
ILUSTRASI. Surplus Perdagangan: Proses bongkar muat di terminal kontainer Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/11/2022). Ekspor Mungkin Menurun, Potensi Surplus Neraca Perdagangan Susut


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia diproyeksi mencatat surplus pada Oktober 2023. Namun, surplus diprediksi mengecil dari bulan sebelumnya. 

Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Kurniawati Yuli Ashari menghitung, surplus neraca perdagangan pada Oktober 2023 sebesar US$ 3,2 miliar. 

Ini berarti, surplus neraca perdagangan Oktober 2023 mungkin lebih rendah dari capaian surplus US$ 3,42 miliar pada September 2023. 

Baca Juga: Volume Ekspor Naik, Neraca Perdagangan Barang Oktober 2023 Diproyeksi Surplus

Penurunan surplus neraca perdagangan pada Oktober 2023 didorong oleh penurunan kinerja ekspor. 

"Ekspor secara total diperkirakan sedikit turun bila dibandingkan dengan ekspor September 2023, sejalan dengan penurunan indikator di China," terang Kurniawati kepada Kontan.co.id, Senin (13/11). 

Seperti kita ketahui, China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia yang besar. 

Selain itu, harga komoditas utama ekspor Indonesia secara rata-rata pada Oktober 2023 juga menurun dari bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk

Di sisi lain, impor secara keseluruhan diyakini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan sebulan sebelumnya. 

Ini sejalan dengan peningkatan impor non migas karena indikator konsumsi domestik membaik, meski beberapa negara masih menerapkan larangan impor bahan pangan. 

Namun di sisi impor migas, diyakini mengalami penurunan sejalan dengan turunnya harga minyak pada Oktober 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×