kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ternyata, wakil Golkar yang terpental adalah Fadel Muhammad


Selasa, 18 Oktober 2011 / 21:25 WIB
Ternyata, wakil Golkar yang terpental adalah Fadel Muhammad
ILUSTRASI. Stadion San Paolo milik Napoli yang kini berubah nama jadi Station Diego Armando Maradona


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Terjawab sudah spekulasi pergantian wakil Partai Golkar di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Ternyata kader Partai Golkar yang terpental dari kabinet yakni Fadel Muhammad yang menjabat selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.

Hal itu terjawab setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan secara resmi susunan kabinet hasil reshuffle atau penataan ulang kabinet di Istana Merdeka, Selasa (18/10).

SBY mengumumkan jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan diberikan kepada kader Golkar lainnya yakni Cicip Sharif Sutardjo. Sedangkan untuk jabatan Menteri koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) tetap di tangan Agung Laksono. Padahal jabatan ini sebelumnya santer bakal diisi oleh Fadel.

Sebelumnya, saat detik-detik terakhir menjelang pengumuman, Fadel sempat berupaya menemui SBY. Fadel datang ke kantor Presiden sekitar pukul 15.30 WIB dengan muka tegang. Namun sayang dirinya tidak dapat bertemu SBY yang saat itu tengah bertemu dengan pimpinan Standard Chartered Bank dan Rektor Universitas Cenderawasih Berth Kambuaya.

Saat ditemui di kompleks Istana, Fadel menegaskan siap untuk bekerja di dalam mau pun di luar Kabinet. Dirinya pun mengaku tidak keberatan jika akhirnya dirinya harus menerima kenyataan harus terpental dari kabinet.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menjelaskan kedatangan mantan Gubernur Gorontalo ke kantor Presiden tujuannya untuk menyampaikan program Kementerian Kelautan dan Perikanan serta tidak ada kaitannya dengan reshuffle.

"Lantaran waktu mepet karena tadi Presiden masih menemui Kambuaya sebagai menteri negara lingkungan hidup. Waktunya mepet masuk magrib," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×