kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Terkonfirmasi, Raja Salman akan Menghadiri Pertemuan G20 di Bali


Minggu, 25 September 2022 / 09:06 WIB
Terkonfirmasi, Raja Salman akan Menghadiri Pertemuan G20 di Bali
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi Rabu (21/9) pekan lalu.


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Orang nomor satu di Kerajaan Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dikabarkan akan menghadiri Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada medio November 2022 mendatang.

Konfirmasi kehadiran Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud ini di sampaikan oleh Menteri Perdagangan Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi pekan lalu saat menghadiri rangkaian pertemuan G20 di Nusa Dua Bali.

Kantor berita Antara AL-Qasabi menyebutkan, menurut sepengetahuan dirinya Raja Salman selalu menghadiri KTT G20. "Kita tunggu saja, sebagai bagian dari tim, kami mendukung Indonesia untuk mewujudkan "recover together, recover stronger," katanya.

Selain itu ia menyebutkan bahwa dirinya telah diperintahkan oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia, serta  menjajaki berbagai peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi Arab Saudi - Indonesia.

Baca Juga: Food Station Tjipinang Segera Kembali Ekspor Beras ke Arab Saudi

Pada kesempatan sebelumnya Menteri Perdagangan RI Zulkifli  Hasan menyatakan Indonesia-Arab Saudi akan segera memulai perundingan persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif. 

Hal ini mengemuka pada saat Mendag Zulkifli Hasan, mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi Rabu (21/9) pekan lalu.

Menurut Mendag sudah saatnya kedua negara mempererat hubungan kerja sama ekonomi dan Indonesia perlu terus meningkatkan ekspor ke Arab Saudi.

Menteri Perdagangan Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi hadir di Nusa Dua Bali dalam rangka pertemuan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) (23/9).

Baca Juga: Di TIIMM G20, RI-UNIDO Fokus Penguatan Daya Saing dan Penerapan Industri 4.0

Pada pertemuan itu, Indonesia mengusulkan peningkatan hubungan perdagangan dan investasi melalui pembentukan kemitraan ekonomi komprehensif secara bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi.

Arab Saudi merupakan anggota Gulf Cooperation Council (GCC) bersama dengan lima negara teluk lainnya,  yaitu  Persatuan  Emirat  Arab,  Bahrain,  Oman,  Qatar,  dan  Kuwait.  

Sejak  2018, Indonesia mengusulkan  pembentukan  Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement  (CEPA)  dengan Arab Saudi melalui Gulf Cooperation Council (GCC). 

Mengingat Indonesia telah menandatangani CEPA dengan Persatuan Emirat Arab yang merupakan anggota GCC, maka Indonesia mengusulkan dimulainya   perundingan bilateral Indonesia–Arab  Saudi.  

"Saya percaya dengan adanya kerja sama dalam kerangka CEPA dan interaksi bisnis antara kedua  negara, akan meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi,”kata Mendag Zulkifli Hasan.

Menurut Mendag Menteri Perdagangan Arab Saudi memiliki pandangan yang sama agar kedua pihak menemukan cara untuk mempereratkerja sama bilateral. 
Bahkan pada pertemuan itu Menteri Perdagangan Majid bin Abdullah Al-Qasabi  menegaskan pentingnya kedua negara untuk meningkatkan komunikasi dan pertemuan yang lebih intensif, dua hingga empat kali dalam setahun.

Selanjutnya kedua negara akan melakukan pertemuan tingkat teknis untuk mengidentifikasi program prioritas dan potensi kerja sama kedua negara, serta  pembahasan lebih lanjut mengenai usulan perundingan CEPA termasuk elemen cakupan CEPA yang akan dijadikan acuan dalam proses perundingan dan pembahasan lebih lanjut.

Baca Juga: Bos Saudi Aramco: Pajak Energi Bukan Solusi Atasi Krisis Energi Global

Sekilas Perdagangan Indonesia–Arab Saudi sepanjang Januari–Juli  2022,  total perdagangan Indonesia–Arab  Saudi  mencapai US$ 4,6 miliar atau meningkat 58,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. 

Tahun lalu nilai perdagangan RI- Arab Saudi sepanjang tahun mencapai US$ 5,6 miliar atau meningkat 40,44% dibandingkan dengan 2020. 

Ekspor Indonesia ke Arab Saudi US$ 1,6 miliar atau naik 18,28%, sementara impor Indonesia dari Arab Saudi mencapai US$ 4 miliar atau naik 51,79%.

Walhasil neraca perdagangan Indonesia Arab Saudi mencatatkan defisit US$ 2,4 miliar, terutama berasal dari impor migas.

Adapun komoditas ekspor utama Indonesia dari Arab Saudi adalah kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, saus, ikan yang diawetkan, dan arang.  

Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Arab Saudi adalah berbagai produk  kimia seperti alkohol asiklik, polimer propilena, polimer etilena, hidrokarbon asiklik, dan poliasetal.

Menanggapi usulan CEPA ini, Menteri Perdagangan Majid bin Abdullah Al-Qasabi dikutip Antara menegaskan bahwa Arab Saudi telah membentuk tim untuk merundingkan CEPA dengan Indonesia. Dia mengatakan kedua negara juga telah menyepakati petugas penghubung untuk itu.

Dia memastikan negosiasi CEPA dengan Indonesia akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang dalam kerangka Gulf Cooperation Council (GCC).

Sementara Investasi Saudi di Indonesia mencapai US$ 60 miliar dalam satu dekade terakhir, sedangkan volume perdagangan kedua negara mencapai US$ 25 miliar dalam lima tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×